Sekolah Swasta Tak Lagi Anak Tiri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Siapkan 400 Sertifikasi SMK

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi SLB Baiturrahman Sondosia di Kabupaten Bima dan berdialog dengan para guru terkait program revitalisasi sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi SLB Baiturrahman Sondosia di Kabupaten Bima dan berdialog dengan para guru terkait program revitalisasi sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

SUMBAWAPOST.com| Bima- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pemerataan pembangunan pendidikan, termasuk bagi sekolah swasta yang dinilai turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan dalam dialog bersama para guru SMK dan SLB di SLB Baiturrahman Sondosia, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi hasil revitalisasi (refit) gedung SLB Baiturrahman Sondosia yang dinilai rapi dan berkualitas meskipun dikerjakan dengan anggaran terbatas.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga keteladanan dari para pendidik. “Kalau kita ingin mendidik anak-anak menjadi disiplin dan berakhlak, maka kita dulu yang harus memberi contoh. Pendidikan itu bukan hanya teori,” ujarnya. Dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (8/3/2026)

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing 88 siswa di sekolah tersebut. Ia berharap para guru dapat terus menjadi sosok orang tua kedua bagi para siswa dengan memberikan bimbingan dan kasih sayang. Untuk meningkatkan daya saing lulusan sekolah kejuruan, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan 400 subsidi sertifikasi LSP Level 2 bagi siswa SMK hingga Juni mendatang.

Program ini bertujuan agar para lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui dunia kerja. “Kami di Pemprov sedang menyusun formula baru pembagian Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) agar lebih adil, khususnya bagi sekolah kecil di daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan anggaran,” tutur Gubernur.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Hari Bela Negara, Pj Gubernur NTB Sampaikan Pidato Presiden Prabowo Soal Agresi Militer Belanda

Jika program tersebut berjalan optimal, jumlah sertifikasi akan ditingkatkan pada tahap berikutnya. Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menyinggung persoalan pembayaran guru agama yang sempat tertunda hampir tiga tahun. Ia memastikan proses pembayaran kini telah dilakukan.

Koordinasi intensif telah dilakukan bersama pemerintah pusat, khususnya dengan Kementerian Keuangan, agar pencairan anggaran dapat diselesaikan.

Sebelumnya, kendala terjadi pada kejelasan pembagian tanggung jawab anggaran antara kementerian terkait. Dalam perkembangannya, tanggung jawab pembayaran akhirnya diambil alih oleh Kementerian Keuangan sehingga proses pencairan dapat diselesaikan. Sekolah diminta segera melakukan pengecekan dan melaporkan jika masih terdapat kendala.

Terkait 538 peserta yang gagal dalam proses seleksi ASN, Pemprov NTB menegaskan bahwa kebijakan ASN sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah daerah telah dua kali mengajukan usulan resmi agar peserta yang memiliki prestasi dapat memperoleh ruang kebijakan.

“Keputusan tersebut berada di tangan pemerintah pusat melalui mekanisme nasional, termasuk di Badan Kepegawaian Nasional. Kebijakan tidak dapat diberlakukan khusus untuk satu daerah saja tanpa berdampak nasional,” tegas Gubernur Iqbal.

Baca Juga :  Kursi Plh Sekda NTB Berpindah: Budi Herman Gantikan Faozal, Sekda Definitif Masih ‘Parkir’ di Istana

Pemprov NTB berharap pemerintah pusat dapat membuka ruang solusi, termasuk melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB kini mulai melakukan perubahan mendasar dalam kebijakan pendidikan, khususnya terkait revitalisasi sekolah tanpa membedakan status negeri maupun swasta.

Menurutnya, selama ini belum pernah ada kebijakan revitalisasi yang benar-benar setara bagi sekolah swasta. “Paling tidak, untuk revitalisasi sekarang ini sudah tidak membedakan antara swasta dan negeri. Mungkin belum sempurna, tetapi kita sudah membuat perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memastikan perhatian yang sama diberikan pada seluruh aspek pendidikan, baik bagi sekolah swasta maupun negeri.

Pemprov NTB berkomitmen menghadirkan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Gubernur Iqbal juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat berjalan baik. Ia menilai pemerintah pusat memiliki perhatian terhadap penguatan sekolah swasta dalam sistem pendidikan nasional.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat, Pemprov NTB optimistis pemerataan kualitas pendidikan dapat semakin terwujud di masa mendatang.

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB