YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Avatar

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perpustakaan SDN Sowa di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang telah direhabilitasi oleh YAPPIKA ActionAid bersama YISA Ambalawi sebagai bagian dari Program Sekolah Aman.

Perpustakaan SDN Sowa di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang telah direhabilitasi oleh YAPPIKA ActionAid bersama YISA Ambalawi sebagai bagian dari Program Sekolah Aman.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Harapan baru bagi pendidikan anak-anak di wilayah pesisir Kabupaten Bima mulai terwujud. YAPPIKA ActionAid bersama mitra lokal YISA Ambalawi merehabilitasi perpustakaan SDN Sowa, Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, yang sebelumnya rusak berat dan tidak dapat digunakan selama bertahun-tahun.

Kini, perpustakaan tersebut telah berubah menjadi ruang belajar yang lebih layak, nyaman, dan ramah anak. Kehadirannya menjadi bagian penting dari Program Sekolah Aman yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan dasar sekaligus menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Bima.

Program Officer YISA Ambalawi, Hersan Hadi, menegaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

“Tidak hanya membantu memperbaiki bangunan perpustakaan yang rusak berat, YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi juga mendistribusikan ratusan bahan bacaan dan buku cerita anak untuk mendorong minat baca siswa serta memperkuat budaya literasi di sekolah,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Selain perbaikan fisik, intervensi juga dilakukan melalui distribusi sarana belajar. Pada tahun kedua Program Sekolah Aman, sebanyak 7.450 buku, 40 kotak mainan kayu untuk pembelajaran suku kata, serta 80 sempoa telah disalurkan ke sekolah-sekolah dampingan.

Baca Juga :  Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah

Sementara pada tahun pertama, bantuan meliputi 800 Majalah Bobo, 1.600 buku cerita anak, 600 buku membaca dan berhitung, 1.536 buku Cerita Rakyat Nusantara, 1.920 paket buku lancar membaca tanpa mengeja, 40 kotak mainan kayu edukatif, serta 80 sempoa alat hitung.

Program ini berangkat dari hasil riset awal terhadap kondisi literasi dan numerasi siswa di delapan sekolah dampingan. Dari 435 siswa kelas 3 hingga kelas 5 yang diteliti, hanya 83 siswa atau 19,08 persen yang masuk kategori literasi baik.

Sebanyak 198 siswa atau 45,52 persen berada pada kategori sedang, sementara 154 siswa atau 35,40 persen masih berada pada kategori literasi rendah. Kondisi numerasi pun menunjukkan pola serupa, dengan mayoritas siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah.

Data tersebut menjadi dasar bagi YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi dalam mendorong penguatan pembelajaran berbasis komunitas sekolah.

Setelah satu tahun pendampingan, capaian literasi di delapan sekolah dampingan menunjukkan progres signifikan, yakni mencapai 68 persen atau sebanyak 295 siswa mengalami peningkatan kemampuan literasi.
Peresmian perpustakaan SDN Sowa direncanakan akan dilakukan langsung oleh Irfan Zubaidy pada Senin siang (11/5/2026).

Baca Juga :  Polres Segera Gelar Perkara Laporan Dugaan Ijazah Palsu Dewan Terpilih PBB Dompu

Kegiatan ini akan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta komunitas sekolah.

Tidak hanya menjadi seremoni, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan agenda cross learning antarguru dari delapan sekolah dampingan di Kecamatan Soromandi dan Wera.

Sekolah yang terlibat antara lain SDN Inpres Bala, SDN Wora, SDN Inpres Sangiang Pulau, SDN Inpres Ntoke, SDN Inpres Lewintana, SDN Teh, SDN Inpres Sai, dan SDN Sowa.

Selama ini, program pendampingan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pelibatan guru, orang tua, dan masyarakat. Berbagai kegiatan seperti penguatan budaya baca, pembelajaran kontekstual, hingga peningkatan kapasitas guru menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan.

Perpustakaan SDN Sowa kini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi juga simbol tumbuhnya harapan baru pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Bima, bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan organisasi sipil mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih hidup, inklusif, dan berdampak bagi masa depan anak-anak.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru