YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pembelajaran siswa dalam Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima yang berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi.

Kegiatan pembelajaran siswa dalam Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima yang berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kabupaten Bima masih menghadapi tantangan serius. Hal ini terungkap dari hasil riset terhadap ratusan siswa yang kemudian menjadi dasar intervensi pendidikan melalui Program Sekolah Aman.

Program ini dijalankan oleh YAPPIKA ActionAid bersama mitra lokal YISA Ambalawi dengan pendekatan berbasis komunitas sekolah.

Dari total 435 siswa kelas 3, 4, dan 5 yang diriset, hanya 83 siswa atau 19,08 persen yang masuk kategori literasi baik. Sebanyak 198 siswa atau 45,52 persen berada pada kategori sedang, sementara 154 siswa atau 35,40 persen masih dalam kategori rendah.

Kondisi numerasi pun menunjukkan pola serupa. Hanya 83 siswa atau 19,08 persen yang berada pada kategori baik, 185 siswa atau 42,53 persen kategori sedang, dan 168 siswa atau 38,62 persen masih dalam kategori rendah.

Program Officer Sekolah Aman YISA, Hersan Hadi, menegaskan bahwa data tersebut menjadi alarm penting bagi semua pihak.

Baca Juga :  Belum Pernah Sekolah, Bocah 11 Tahun Penghafal 7 Juz Al-Qur'an Jadi Sorotan di Sekolah Rakyat NTB

“Program ini lahir dari hasil riset yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa di Kabupaten Bima masih rendah. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua untuk segera melakukan intervensi yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, Program Sekolah Aman tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran dengan melibatkan guru, orang tua, dan komunitas sekolah secara aktif,” jelasnya.

Pendekatan yang dilakukan mencakup penguatan budaya baca, pembelajaran kontekstual, peningkatan kapasitas guru, serta pelibatan orang tua dalam proses belajar anak.

Hasilnya mulai menunjukkan perubahan positif. Dalam satu tahun pelaksanaan program, capaian literasi di delapan sekolah dampingan meningkat signifikan.

“Dalam satu tahun pendampingan, capaian literasi meningkat hingga 68 persen atau sekitar 295 siswa mengalami perkembangan signifikan,” ungkap Hersan.

Baca Juga :  Remaja Hilang di Puncak Gunung Sangeang Api, SAR Kerahkan Drone Thermal Berburu Jejak Korban

Ia menilai, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Perubahan ini menunjukkan bahwa ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat bergerak bersama, peningkatan kualitas pendidikan bukan hal yang mustahil, meskipun tentu masih perlu penguatan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Program Sekolah Aman sendiri merupakan inisiatif yang telah berjalan sejak 2016 dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif. Program ini mengusung empat pilar utama, yakni penyediaan infrastruktur yang layak, peningkatan kualitas pembelajaran, penciptaan lingkungan sehat, serta penguatan akuntabilitas layanan pendidikan.

Di Kabupaten Bima, program ini mulai dilaksanakan sejak 2025 dan menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru