DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Mori Hanafi saat meninjau langsung kondisi Bendungan Pelaparado di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, yang mengalami sedimentasi dan membutuhkan rehabilitasi besar senilai Rp90 miliar.

Anggota DPR RI Mori Hanafi saat meninjau langsung kondisi Bendungan Pelaparado di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, yang mengalami sedimentasi dan membutuhkan rehabilitasi besar senilai Rp90 miliar.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, turun langsung ke lapangan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa dengan mengecek kondisi Bendungan Pelaparado di Sungai Parado, Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Sabtu (28/4/2025).

Kunjungan ini mengungkap kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Bendungan yang menjadi tulang punggung pengairan dan ketahanan pangan itu kini menghadapi masalah serius, dimana sedimentasi yang terus menumpuk, pintu air yang tidak berfungsi optimal, serta fasilitas yang minim perbaikan sejak pertama kali dibangun.

Diketahui, Bendungan Pelaparado dibangun sejak tahun 1999 dengan kapasitas tampung efektif mencapai 15 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 104 hektare. Bendungan ini berperan penting dalam mengairi 3.895 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku sebesar 50 liter per detik untuk Kecamatan Monta, Woha, dan Belo, serta mereduksi banjir dari 1.585 m³/detik menjadi 961 m³/detik.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya pendangkalan serius akibat sedimentasi yang terus terjadi tanpa pengerukan berarti selama puluhan tahun.

“Memang sudah dangkal dari dulu, akibat pengerukan yang tidak dilakukan secara berkala. Kalau bendungan ini diharapkan optimalisasi pengairan, tentu harus segera dibenahi,”ungkap Pria yang Juga Ketua DPW NasDem NTB ini.

Selain sedimentasi, Sambung Pria yang Akrab disapa Bang Mori ini, persoalan lain juga muncul pada pintu air yang belum berfungsi maksimal. Hal ini berpotensi mengganggu distribusi Air ke ribuan hektare lahan pertanian serta menurunkan efektivitas bendungan dalam pengendalian banjir.

Untuk mengembalikan fungsi bendungan secara optimal, dibutuhkan anggaran besar.

Baca Juga :  Belum Diresmikan Jembatan Bolo-Rede Bima Sudah Retak, PUPR: Kontraktor Harus Perbaiki Sebelum PHO

“Estimasi kebutuhan rehabilitasi sarana dan prasarana, termasuk perbaikan pintu air dan normalisasi bendungan, diperkirakan mencapai lebih dari Rp90 miliar,”katanya.

Dengan peran strategisnya dalam menopang ketahanan pangan, Bendungan Pelaparado menjadi aset vital yang tidak bisa diabaikan.

“Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas mulai dari terganggunya irigasi hingga ancaman terhadap produktivitas pertanian masyarakat dan memicu terjadinya banjir akibat luapan air disaat musim hujan disebabkan bendungan yang dangkal,”imbuhnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum percepatan perbaikan, agar bendungan dengan kapasitas besar ini kembali optimal dalam menopang kebutuhan air dan menjaga keseimbangan tata air di wilayah Bima dan sekitarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 252 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru