Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan DPR RI Sari Yuliati saat melaksanakan reses, menyampaikan sambutan, dan menyerahkan bantuan akses air bersih serta stimulan perbaikan rumah kepada warga di Lombok Tengah.

Pimpinan DPR RI Sari Yuliati saat melaksanakan reses, menyampaikan sambutan, dan menyerahkan bantuan akses air bersih serta stimulan perbaikan rumah kepada warga di Lombok Tengah.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Di tengah pesona KEK Mandalika yang kian bersinar dan mendunia, realitas berbeda justru masih dirasakan sebagian warga di sekitarnya. Akses air bersih yang sulit serta kondisi hunian yang jauh dari kata layak menjadi persoalan nyata yang belum sepenuhnya teratasi.

Fakta ini terungkap saat Anggota DPR RI, Sari Yuliati, melakukan kunjungan reses ke Nusa Tenggara Barat pada 29 April 2026.

“Akses air bersih yang sulit dan kondisi hunian yang jauh dari kata layak. Inilah kenyataan yang kami temui di lapangan,” ungkapnya menggambarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga :  Empat Hari Menyepi, Judika Temukan Surga Tersembunyi di Gunung Tunak, Lombok Tengah

Di Desa Pengembur, warga harus berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar. Keterbatasan ini menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, di Desa Mertak Tombok, persoalan hunian menjadi perhatian mendesak. Banyak keluarga membutuhkan peningkatan kualitas tempat tinggal agar dapat hidup di lingkungan yang lebih sehat dan aman.

Melihat kondisi tersebut, Sari Yuliati turun langsung dengan menyalurkan program bantuan berupa akses air bersih serta stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Jadi Barang Mewah di NTB, Senator Mirah: Ini Sudah Krisis, Pemerintah Harus Bergerak

“Bukan sekadar bantuan fisik, tapi upaya untuk mengangkat derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga di pelosok Lombok Tengah,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di Wilayah yang masih menghadapi keterbatasan, meskipun berada di sekitar kawasan strategis yang terus berkembang.

Dengan intervensi tersebut, kesenjangan antara kemajuan kawasan dan kondisi masyarakat sekitar diharapkan dapat semakin diperkecil, seiring upaya menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru