SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB resmi menyalakan alarm perang terhadap kemiskinan Ekstrim. Targetnya jelas dengan angka kemiskinan ekstrem di 106 desa turun menjadi nol persen pada tahun 2029, amunisinya bukan main-main. Lewat program unggulan ‘Desa Berdaya’. Strategi ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor dan pemetaan detail kondisi setiap desa agar langkah penanganan tepat sasaran.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membeberkan rencana tersebut saat menerima kunjungan rombongan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI di ruang kerjanya, Selasa (12/8). Rombongan dipimpin langsung oleh Deputi BP Taskin, Dr. Novrizal Tahar.
Menurut Iqbal, saat ini terdapat 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan menjadi prioritas percepatan pengentasan. Pemprov NTB telah membentuk Tim Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang sejalan dengan arahan Presiden RI.
“Tugas tim ini adalah melakukan cascading semua program agar fokus ke pengentasan kemiskinan. Semua OPD nantinya, apapun programnya, ujungnya harus mengurangi kemiskinan,” tegasnya.
Program Desa Berdaya tidak hanya menyasar desa dengan kemiskinan ekstrem, tetapi juga desa miskin pada umumnya. Khusus untuk kemiskinan ekstrem, pendekatan yang dipakai bersifat transformatif. Pemprov NTB siap mengucurkan dukungan dana Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa untuk mempercepat capaian.
“Desa Berdaya ini aksi kolaboratif. Pemprov bertindak sebagai orkestrator, menyiapkan dukungan yang diperlukan. Kami tidak malu disebut daerah miskin, yang penting lima tahun lagi tidak ada lagi yang miskin,” ujarnya mantap.
Deputi BP Taskin, Dr. Novrizal Tahar, mengapresiasi langkah NTB yang dinilainya selaras dengan rencana induk pengentasan kemiskinan nasional. Ia menilai Desa Berdaya berpotensi menjadi model pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Harapannya, Desa Berdaya bisa menjadi semi-closed loop, membentuk rantai pasok dan ekosistem ekonomi baru di desa. Dengan begitu, percepatan graduasi kemiskinan dapat terwujud,” kata Novrizal.
Selain itu, Novrizal juga memberikan pujian atas dukungan NTB terhadap sejumlah program nasional, seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat untuk semua kalangan miskin, Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, dan sekolah unggul bagi masyarakat miskin.










