Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelantikan Sekda NTB di Mataram.

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelantikan Sekda NTB di Mataram.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair. Penunjukan ini langsung disorot sebagai momentum penting untuk mempercepat konsolidasi birokrasi dan mendorong lompatan kinerja pemerintahan daerah.

Sosok Abul Chair bukan nama baru di dunia pengawasan keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, posisi strategis yang dikenal sarat pengalaman dalam tata kelola dan penguatan sistem keuangan pemerintah.

Gubernur berharap, pasca pelantikan, Sekda baru dapat segera tancap gas menata birokrasi dan bekerja cepat mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.

Ia mengapresiasi langkah Gubernur dalam menetapkan Sekda definitif di tengah tantangan fiskal yang semakin kompleks.

“Harapan kita, Sekda yang baru bisa menyesuaikkan dengan keadaan di NTB. Melaksanakan tugas dengan baik dan bisa bekerjasama dengan DPRD,” ujar Isvie kepada wartawan di Sekretariat IKA Unram Mataram, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga :  Tergantung di Tebing Rinjani 500 Meter, Pendaki Asal Brasil Bikin Tim SAR Lomba Nyawa di Jurang

Politisi senior Partai Golkar itu menilai, latar belakang Abul Chair di BPKP menjadi modal kuat untuk memperbaiki manajemen pemerintahan, terutama dalam aspek keuangan daerah.

“Dan kita berharap beliau memperbaiki manajemen pemerintahan dan kondisi keuangan di Provinsi,” tegasnya.

Menurut Isvie, tantangan yang dihadapi NTB saat ini tidak ringan. Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa daerah untuk lebih kreatif mencari sumber-sumber pendapatan baru.

“Apalagi kita memiliki asset, maka asset-asset itu harus ditingkatkan pengelolaannya untuk mendokrak pendapatan,” ujarnya.

Ia secara khusus menyoroti sejumlah aset strategis yang dinilai belum optimal, seperti kawasan Gili yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pendapatan daerah.

Baca Juga :  DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

“Yang paling utama itu pengelolaan asset daerah yang ada di Gili yang belum tuntas diselesaikan. Itu salah satu asset daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah terbesar,” bebernya.

Selain itu, ia juga menyinggung aset lain yang perlu mendapat perhatian serius, termasuk kawasan Pasar Seni Senggigi di Lombok Barat serta sejumlah aset daerah di kabupaten lain yang dinilai belum dikelola maksimal.

Pelantikan Sekda baru ini pun menjadi ujian awal, apakah pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan mampu diterjemahkan menjadi langkah konkret memperbaiki birokrasi dan mendongkrak pendapatan daerah di tengah tekanan fiskal yang kian ketat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB