SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Mataram (PP IKA-Unram) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Halal Bihalal yang menjadi momentum konsolidasi besar alumni lintas daerah, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat IKA-Unram Mataram itu dihadiri Ketua Umum PP IKA-Unram Baiq Isvie Rupaeda, Rektor Sukardi, serta Ketua Panitia Iwan Harsono. Sejumlah pengurus cabang dari seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.
Forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi tahunan, tetapi menjelma sebagai ruang konsolidasi strategis untuk menyatukan visi, memperkuat jejaring, dan mendorong kontribusi nyata alumni bagi kampus dan pembangunan daerah.
Rektor Unram menekankan pentingnya membangun kembali komunikasi antara alumni dan kampus yang selama ini dinilai belum optimal.
“Kalau ada kesalahan, mari kita perbaiki. Ke depan kami berharap hubungan alumni dengan Universitas Mataram terjalin dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari peran alumni sebagai bagian penting dalam ekosistem akademik.
Sementara itu, Ketua Umum IKA-Unram Baiq Isvie Rupaeda membuka sambutannya dengan nada personal. Meski mengaku dalam kondisi kurang sehat, ia tetap hadir sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi dan kebersamaan alumni.
“Momentum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi ruang untuk mengoreksi diri dan memperbaiki apa yang belum berjalan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Mataram yang dinilainya membawa semangat baru dalam kepemimpinan kampus.
“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Rektor. Kami melihat beliau sebagai sosok muda milenial yang hebat dalam memimpin Universitas Mataram. Harapan kami ke depan, IKA Unram bisa berkolaborasi dengan pihak rektorat dalam seluruh kegiatan universitas,” kata Isvie.
Menurutnya, hubungan antara IKA Unram dan pihak rektorat harus dibangun di atas kepercayaan dan kemitraan yang setara.
“Kami ingin ke depan hubungan antara IKA Unram dengan rektorat terjalin lebih baik, lebih terbuka, dan saling percaya. Jangan sampai ada jarak yang membuat alumni tidak bisa berkontribusi secara maksimal,” ujarnya.
Dalam paparannya, Isvie menegaskan visi penguatan kelembagaan IKA Unram, mulai dari pembangunan infrastruktur organisasi hingga mendorong alumni menjadi kekuatan strategis bagi universitas dan masyarakat.
Dengan jumlah alumni yang telah mencapai lebih dari 135 ribu orang, ia menilai potensi tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan.
“Selama ini kita besar secara kuantitas, tetapi kecil dalam kualitas peran. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Salah satu capaian yang disorot adalah pembangunan Sekretariat IKA Unram sebagai pusat aktivitas alumni. Ia menilai, kehadiran sekretariat tersebut menjadi simbol identitas sekaligus ruang bersama yang selama ini dinantikan.
“Tidak mudah membangun gedung ini. Banyak periode sebelumnya punya visi yang sama, tetapi belum terwujud. Alhamdulillah, kita bisa menghadirkan sekretariat ini sebagai rumah bersama alumni,” ujarnya.
Namun, untuk pembangunan tahap berikutnya, khususnya lantai dua, pihaknya memilih pendekatan partisipatif dengan melibatkan langsung kontribusi alumni.
“Untuk lantai dua, kami tidak ingin lagi menggunakan dana pokok-pokok pikiran. Kami ingin mengajak seluruh alumni untuk berkontribusi, agar ada legacy bahwa kita semua ikut membangun IKA Unram,” katanya.
Ia menegaskan, keterlibatan alumni bukan semata soal pendanaan, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap organisasi. Di sisi lain, Isvie juga menyampaikan kritik terbuka terkait belum optimalnya penerbitan kartu alumni.
“Mohon maaf, sampai hari ini kami sebagai Ketua Umum IKA bahkan belum diberikan kewenangan untuk mencetak kartu anggota. Padahal itu hal paling dasar dalam sebuah organisasi,” kata Isvie.
Dalam konteks yang lebih luas, ia turut menyoroti peningkatan jumlah lulusan Universitas Mataram yang kini menggelar wisuda hingga empat kali dalam setahun. Menurutnya, peningkatan jumlah lulusan harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Kita berharap empat kali wisuda dalam setahun ini tidak menyebabkan semakin tingginya tingkat pengangguran terbuka. Di sinilah pentingnya keterlibatan alumni untuk meningkatkan skill lulusan baru,” ujarnya.
Ia menegaskan, alumni memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kampus dan dunia kerja melalui pelatihan, mentoring, serta jejaring profesional yang dimiliki.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










