SUMBAWAPOST.com | Mataram- Sikap Bupati Dompu Bambang Firdaus, yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Dompu, kembali memicu ketegangan di internal partai. Untuk kedua kalinya, ia tidak memenuhi panggilan resmi DPD Gerindra NTB terkait pemeriksaan dugaan skandal amoral hubungan terlarang dengan menantu Wakil Bupati Dompu.
Ketidakhadiran tersebut membuat DPD Gerindra NTB mengambil langkah tegas. Persoalan ini resmi dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra di Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Sekretariat DPD Gerindra NTB, Tambih, mengatakan ketidakhadiran Bambang Firdaus dalam panggilan kedua tidak disertai alasan yang jelas.
“Yang bersangkutan tidak datang hari ini. Karena itu, Pak Sekretaris sudah berangkat ke Jakarta untuk melaporkan hal ini ke DPP,” tegas Tambih saat ditemui di kantor Gerindra NTB, Selasa (7/4/2026) di Mataram.
Ketua OKK DPD Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto, juga membenarkan bahwa Sekretaris Gerindra NTB, Nauvar Furqony Farinduan, tengah berada di Jakarta untuk menyampaikan laporan langsung kepada pengurus pusat.
“Pak Varin sedang di Jakarta hari ini (melaporkan Ketua DPC Gerindra Dompu),” ujar Sudirsah melalui sambungan telepon.
Meski demikian, Sudirsah menyatakan pihaknya masih berupaya menghubungi Bambang Firdaus guna memastikan kehadirannya dalam agenda klarifikasi berikutnya. “Nanti saya akan menghubungi kembali beliau,” tegasnya.
Secara terpisah, Nauvar Furqony Farinduan membenarkan bahwa laporan terhadap Ketua DPC Gerindra Dompu telah disampaikan ke DPP Gerindra.
“Saya barusan keluar dari kantor DPP Gerindra melaporkan persoalan Bupati Dompu di DPP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan tersebut sekaligus meminta waktu kepada DPP untuk kembali memanggil Bambang Firdaus pada pekan depan guna menjalani klarifikasi lanjutan.
“Setelah saya berada di NTB saya akan segera melaporkan hal itu ke pak Ketua DPD Gerindra NTB. Insya Allah pekan depan akan dipanggil kembali Ketua DPC Dompu baru nanti hasilnya akan kami lapor balik ke DPP,” bebernya.
Sebelumnya, DPD Gerindra NTB telah melayangkan surat undangan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Namun, panggilan tersebut tidak diindahkan.
Di tengah proses internal partai, tekanan publik terus menguat. Aksi demonstrasi jilid II yang digelar oleh PEDANG NTB di depan kantor Gerindra NTB menjadi penanda bahwa kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Massa mendesak partai segera mengambil langkah tegas terhadap Bambang Firdaus atas dugaan skandal yang dinilai mencoreng moral serta integritas jabatan publik.
Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan DPP Gerindra. Dengan laporan yang telah masuk dan tekanan publik yang terus meningkat, posisi politik Bambang Firdaus dinilai berada dalam situasi yang semakin terdesak.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










