Truk Molen Diduga Over Tonase Hancurkan Jalan Selong Belanak, APPM-NTB Kecam dan Siap Hadang Jalan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat truk molen milik perusahaan Ready Mix melintas di Jalan Raya Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, yang mengalami kerusakan parah dan berlubang diduga akibat aktivitas kendaraan bertonase berat secara terus-menerus

Terlihat truk molen milik perusahaan Ready Mix melintas di Jalan Raya Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, yang mengalami kerusakan parah dan berlubang diduga akibat aktivitas kendaraan bertonase berat secara terus-menerus

SUMBAWAPOST.com | Lombok Tengah- Aktivitas truk molen milik perusahaan Ready Mix yang melintas setiap hari di Jalan Raya Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, menuai kecaman keras dari Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB). Selasa (19/5/2026).

Kendaraan bertonase besar tersebut diduga menjadi penyebab utama rusaknya jalan kabupaten di wilayah itu.

Koordinator APPM-NTB, Saddam Husen, menilai kerusakan jalan semakin parah dan hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami sangat kecewa terhadap pemerintah daerah. Masyarakat diwajibkan membayar pajak tepat waktu, namun fasilitas dasar seperti jalan justru dibiarkan hancur. Bulan lalu masyarakat dijanjikan jalan ini akan diperbaiki tahun 2026, tetapi setelah kami telusuri ternyata tidak ada anggaran yang dialokasikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Duka di Polda NTB: Salat Gaib dan Doa untuk 3 Polisi Gugur di Lampung

Menurut APPM-NTB, kondisi tersebut diperburuk dengan intensitas kendaraan truk molen perusahaan Ready Mix yang terus melintas untuk memasok material proyek hotel maupun proyek lainnya di kawasan selatan Lombok.

APPM-NTB menegaskan bahwa Jalan Raya Selong Belanak merupakan jalan kabupaten yang dinilai tidak layak dilalui kendaraan bertonase berat secara terus-menerus karena berpotensi mempercepat kerusakan jalan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Kalau menuju kawasan Selong Belanak, Lancing, maupun Tomang-Omang, perusahaan seharusnya menggunakan jalur Mandalika yang merupakan jalur provinsi. Sementara jalur Penujak, Bonder, Mangkung hingga wilayah Praya Barat Daya merupakan jalan kabupaten yang tidak layak dilalui kendaraan bertonase berat secara terus-menerus,” lanjutnya.

Selain menyoroti kerusakan jalan, APPM-NTB juga mengaku menemukan dugaan persoalan administrasi kendaraan perusahaan Ready Mix. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, surat jalan kendaraan disebut tidak mencantumkan kapasitas muatan secara jelas dan diduga tidak mengantongi izin melintas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga :  APPM NTB Nilai Kinerja Polresta Mataram Lamban dan Tertutup Tangani Kasus OTT DAK Dikbud

Atas kondisi tersebut, APPM-NTB meminta perusahaan Ready Mix bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum yang diduga disebabkan aktivitas kendaraan berat mereka.
Tidak hanya mendesak perbaikan jalan, APPM-NTB juga menyoroti potensi pelanggaran hukum terkait aktivitas kendaraan bertonase berat yang melintas di jalan kabupaten.

“Kami tegaskan, apabila masih ada truk molen yang tetap memaksa melintas di Jalan Raya Selong Belanak tanpa tanggung jawab yang jelas, maka masyarakat bersama APPM-NTB akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penahanan terhadap kendaraan perusahaan sampai ada bentuk pertanggungjawaban nyata,” tutupnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara
Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores
UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, Bupati Jarot Dorong Rumah Singgah ODGJ
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:30 WIB

UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Berita Terbaru