APPM NTB Nilai Kinerja Polresta Mataram Lamban dan Tertutup Tangani Kasus OTT DAK Dikbud

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 2 Februari 2025 - 13:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram –Terkait dengan di OTT nya Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB) inisial AM yang diamankan pihak kepolisian setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu, 11 Desember 2024.

Perkembangan Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB) inisial AM yang diamankan pihak kepolisian Polresta Mataram pada Rabu, 11 Desember 2024 lalu kini disorot lantaran hingga saat ini dinilai lamban dan tertutup.

Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM NTB) menilai pihak Polresta lamban dalam mengembangkan kasus OTT tersebut, padahal barang bukti berupa uang 50 juta Rupiah dan alat komunikasi telah disita.

Baca Juga :  Pencuri Tabung Gas Antar Kabupaten Di NTB Diringkus, Cek Asal Pelaku

“Masyarakat NTB hari ini sedang menunggu bagaimana pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kabid SMK Dikbud NTB, sebab ini berkaitan dengan dugaan suap proyek Dana Alokasi Khusus yang sedang kami sorot dan suarakan di Aparat Penegak Hukum,”ungkap Koordinator II APPM NTB Herman, dalam keterangan yang diterima media ini, Minggu (2/02/2025).

Apalagi lagi, menurut Herman, alat komunikasi dari AM (Kabid SMK Dikbud NTB) telah disita sebagai barang bukti, tentunya akan sangat mudah dari pihak Kepolisian untuk mendalami, siapa saja yang melakukan panggilan, chat dengan AM, sehingga akan terkuak runutan, pokok permasalahan dugaan suap proyek DAK DIKBUD NTB.

“Kami menduga jaringan mafia suap anggaran DAK DIKBUD NTB yang melibatkan penjabat tinggi di NTB sehingga bisa saja sebagai penghambat lambatnya proses perkembangan hukumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Polisi Sapu Bersih Warung dan Cafe Remang-remang Penjual Minuman di 14 Titik di Suranadi

Sehinga, melihat situasi tersebut, APPM NTB mendesak pihak Polresta Mataram, agar segera go publik untuk membuka selebar-lebarnya terkait siapa saja yang terlibat, sesuai dengan data-data yang ditelusuri, via alat komunikasi atau alat bukti lainnya.

“Sejauh ini, masih adem ayem, makanya kami dari APPM NTB, tetap menyuarakan dengan melakukan aksi demonstrasi, untuk menyelamatkan Pendidikan NTB dari Jaringan Mafia Proyek DAK DIKBUD NTB, yang diduga erat kaitannya dengan KABID SMK yang di OTT inisial AM,”terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili dikonfirmasi  hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

 

 

 

Berita Terkait

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Berita Terbaru