Tanam 500 Pohon di Meninting, Gubernur NTB Ingatkan Bahaya Kerusakan Hutan bagi Ekonomi dan Masa Depan Anak Cucu

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menghadiri kegiatan Penanaman 500 Pohon Produktif dan Pelepasan Burung yang diinisiasi Yayasan Unggul Alam Lestari di kawasan Bendungan Meninting, Lombok Barat

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menghadiri kegiatan Penanaman 500 Pohon Produktif dan Pelepasan Burung yang diinisiasi Yayasan Unggul Alam Lestari di kawasan Bendungan Meninting, Lombok Barat

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pelestarian lingkungan, khususnya hutan, merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur hanya dengan keuntungan finansial sesaat. Menurutnya, kerusakan hutan bukan hanya memicu bencana alam, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi dan melahirkan kantong-kantong kemiskinan ekstrem baru.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTB saat menghadiri kegiatan Penanaman 500 Pohon Produktif dan Pelepasan Burung yang diinisiasi Yayasan Unggul Alam Lestari di kawasan Bendungan Meninting, Lombok Barat, Selasa (30/12).

“Saya selalu bilang kalau urusannya dengan lingkungan, urusannya dengan hutan, memang jangan memikirkan keuntungan jangka pendek. Tapi di jangka panjang dia akan menciptakan profit yang ada di sekitarnya. Kalau kita gak jaga hutan ini, kita akan menyaksikan bahwa sektor-sektor ekonomi lainnya juga pelan-pelan akan hancur,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  DPRD NTB Kritik Tim Percepatan: Anggaran Besar, Dampak Kecil, Lebih Layak untuk 518 Tenaga Honorer

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyoroti kondisi sosial masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan dan selama ini menggantungkan mata pencaharian pada sumber daya alam. Ketika hutan mengalami kerusakan, masyarakat kehilangan sumber penghidupan dan dipaksa mencari cara hidup baru yang tidak selalu mudah.

“Hutannya tidak dijaga, tidak bisa lagi hidup dari hutan. Sehingga di lingkar hutan selalu menjadi tempat tumbuhnya kemiskinan ekstrem di semua tempat. Mereka yang selama keturunan generasi ke generasi hidup dari hutan harus belajar hidup dari cara lain, padahal hidupnya di sekitar hutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Skandal Irigasi Bintang Bano: Dugaan Korupsi dan Beton Ilegal, APH Dipaksa Bertindak

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa pilihan saat ini sangat jelas: apakah mewariskan lingkungan yang lestari atau justru meninggalkan bencana bagi generasi mendatang.

“Kalau pilihannya adalah kita ingin mewariskan kehidupan yang lebih baik buat anak cucu kita, maka tidak ada lagi waktu untuk menunggu. Hari ini harus kita mulai untuk menyelamatkan lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan pelestarian lingkungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Syamsiah Samad, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB Khairul Akbar, Komisaris Utama Bank NTB Syariah Anis Mudjahid Akbar, serta Ketua Yayasan Unggul Alam Lestari Saepul Hak.

Berita Terkait

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra
NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia
637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat
Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas
Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet
Perencanaan Rampung Juli, Kantor DPRD NTB Dibangun Akhir 2026 dengan Anggaran Rp100 Miliar Lebih
NTB Gas Ekonomi Biru Lewat NSDL, Tapi Masih Tersandera Data dan SDM
Saat Dompet Banyak Orang Menipis, Peternak NTB Justru Masih Tebal-NTP Tembus 113,54
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:52 WIB

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra

Selasa, 7 April 2026 - 15:37 WIB

NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia

Kamis, 2 April 2026 - 18:25 WIB

637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Kamis, 2 April 2026 - 16:27 WIB

Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas

Kamis, 2 April 2026 - 12:21 WIB

Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet

Berita Terbaru