Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 16:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi truk fuso bermuatan sapi yang terguling ke parit usai mengalami kecelakaan di turunan Sonto Saba, Kecamatan Manggelewa, Dompu.

Kondisi truk fuso bermuatan sapi yang terguling ke parit usai mengalami kecelakaan di turunan Sonto Saba, Kecamatan Manggelewa, Dompu.

SUMBAWAPOST.com| Dompu- Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di wilayah hukum Polres Dompu, tepatnya di Dusun Jana Mawar, Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 23.10 WITA. Insiden yang melibatkan truk fuso bermuatan 21 ekor sapi itu menewaskan dua orang serta menyebabkan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Truk fuso berwarna hijau dengan nomor polisi P 9112 VJ tersebut dikemudikan oleh Subur Edi Witiko (36) dengan membawa lima orang penumpang. Kendaraan diketahui berangkat dari Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, menuju Kota Tangerang untuk keperluan pengangkutan sapi.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kecelakaan terjadi saat kendaraan melintasi turunan dan tikungan di Jembatan Sonto Saba, wilayah Tekasire.

Sopir diduga melakukan kesalahan dalam mengoper persneling, yang seharusnya dari gigi 3 ke gigi 2 namun berpindah ke gigi 4, sehingga laju kendaraan menjadi tidak terkendali. Saat dilakukan pengereman, rem kendaraan dilaporkan tidak berfungsi (blong), hingga sopir membanting setir ke kiri dan kendaraan terguling masuk ke parit di sisi jalan.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Polres Dompu: Beras Ludes dalam Tiga Jam, Bukti Polri Peduli Perut Rakyat

Akibat kejadian tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing Ismail (60), petani asal Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, dan Diana Farida (36), warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sementara itu, sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka, di antaranya sopir Subur Edi Witiko (36), Sarjan (38) warga Desa Sukamulia, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Fathurahman (33), serta Supardin (35), keduanya warga Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Seluruh korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RS Pratama Manggelewa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Manggelewa bersama masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Penanganan kemudian dilanjutkan oleh Sat Lantas Polres Dompu.

Kasat Lantas Polres Dompu, IPTU I Komang Wahyu Purbayasari, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal berupa olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi.

Baca Juga :  Suami di Dompu Bacok Istri Hingga Tewas, Kesal Dimarahi Saat Kondisi Lapar Habis Pulang Bekerja

“Kami telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan data dan keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi dalam mengendalikan kendaraan di jalur turunan dan menikung, ditambah dengan faktor teknis kendaraan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, agar lebih berhati-hati serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, utamakan keselamatan, dan pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta berkoordinasi dengan keluarga korban guna menjaga situasi tetap kondusif.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB