DPRD NTB Kritik Tim Percepatan: Anggaran Besar, Dampak Kecil, Lebih Layak untuk 518 Tenaga Honorer

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggaran DPRD NTB, Muhamad Aminurlah (kiri), bersama Koordinator Tim Percepatan Gubernur NTB, Adhar Hakim (kanan)

Anggaran DPRD NTB, Muhamad Aminurlah (kiri), bersama Koordinator Tim Percepatan Gubernur NTB, Adhar Hakim (kanan)

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhamad Aminurlah, menyoroti Kinerja Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi (TAG-P3K) yang dinilainya perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia bahkan mengusulkan agar penyebutan tim tersebut diubah menjadi tim riset, meniru pola Presiden Prabowo Subianto yang merekrut akademisi dan pakar untuk memberikan kajian strategis.

Menurut Aminurlah, yang akrab disapa Maman, Tim Percepatan seharusnya ditempatkan di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) agar riset yang dilakukan berdampak nyata terhadap kebijakan publik.

“Saya sangat menghargai keilmuan Profesor yang ada di Tim Percepatan Gubernur, harusnya mereka melakukan riset bagaimana menurunkan kemiskinan ekstrim. Saya minta ditaruh di Brida,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (9/2/2026).

Pria yang akrab disapa Aji Maman mengaku belum melihat kinerja konkret dari Tim Percepatan sejauh ini. Ia mempertanyakan kontribusi nyata tim terhadap BUMD, khususnya PT GNE. “Saya belum lihat sejauh ini, coba tanyakan ke tim percepatan apa tujuan ada BUMD (PT GNE) apakah hanya membuat batako saja,” terangnya.

Tak hanya soal kinerja, Aji Maman juga menyoroti besarnya anggaran Tim Percepatan, yang menurutnya lebih baik dialokasikan untuk mengangkat 518 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov NTB yang sudah di Rumahkan. “Lebih memilih mengangkat tim percepatan dibanding 518 PPPK, anggarannya besar,” tegasnya.

Aji Maman menilai pernyataan Kepala Sejumlah OPD NTB terkait pembelaan Tim Percepatan sebagai bentuk instruksi pimpinan.

“Saya melihat apa yang disampaikan sejumlah OPD itu saya hargai sebagai perintah atasan,” ungkapnya.

Ia bahkan mengkritik kepala OPD yang memuji kinerja Tim Percepatan. “Kepala OPD itu bodoh kalau memuji tim percepatan,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB menilai keberadaan Tim Percepatan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja OPD. Tim yang dibentuk sejak Agustus 2025 ini disebut mampu membantu penyelesaian berbagai persoalan strategis, mulai dari perencanaan fiskal, optimalisasi pendapatan, hingga reformasi birokrasi.

Baca Juga :  Tarif Mencekik, Aplikator Rakus! Driver Online NTB Ledakkan Protes di DPRD

Tim Percepatan berada langsung di bawah tanggung jawab gubernur dan beranggotakan 15 orang dari beragam latar belakang keahlian, mulai dari akademisi, mantan pimpinan lembaga negara, hingga birokrat berpengalaman.

Tim ini terlibat dalam penyelarasan SOTK baru, penelusuran potensi pajak dan retribusi, serta penyusunan peta jalan fiskal NTB.

Kepala Dinas PMPD Dukcapil NTB, Lalu Hamdi, menyebut Tim Percepatan berperan besar dalam persiapan program unggulan Pemprov NTB, Desa Berdaya, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

“Saya merasa sangat terbantu. Pengalaman anggota Tim Percepatan yang beragam benar-benar memberikan saya jalan keluar dari berbagai tantangan pelaksanaan program desa berdaya yang saya akui tidak mudah,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Fathurrahman, mantan Kepala Bappenda NTB yang kini menjabat Kepala BPSDM, menilai Tim Percepatan berkontribusi signifikan dalam optimalisasi PAD melalui penggalian potensi pajak dan retribusi.

“Tim Percepatan membantu saya dengan sangat baik saat saya memimpin Bappenda untuk melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah. Cara berpikir anggota Tim Percepatan membantu Bappenda kreatif dalam menggali potensi pajak dan retribusi,” katanya.

Tim Percepatan juga terlibat dalam perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Retribusi dan Pajak Daerah. Fathurrahman yakin pendekatan tim berdampak positif pada peningkatan PAD NTB. “Banyak kami temukan potensi pajak,” tambahnya.

Kepala BKD NTB, Tri Budiprayitno, menyebut Tim Percepatan membantu penguatan sistem merit dan penyelesaian persoalan kepegawaian, termasuk pengangkatan PPPK paruh waktu bagi guru SMA/SMK.

Kepala BKAD NTB, Nursalim, menambahkan Tim Percepatan membantu penataan aset dan pemetaan fiskal daerah, yang selama ini menjadi kendala pembangunan.

Koordinator Tim Percepatan, Adhar Hakim, menegaskan tim tidak mengambil alih kewenangan OPD, melainkan berperan sebagai pendamping strategis, terutama dalam mengawal program prioritas gubernur.

Baca Juga :  Gubernur NTB Mau Rombak OPD, DPRD Maman Tantang: Plt-kan Sekda Dulu

“Kami hanya membantu OPD yang ada untuk menterjemahkan visi misi pak gubernur, membantu OPD jika ada bottleneck, atau kendala dalam menjalankan program-program pembangunan,” ujarnya.

Adhar menambahkan, Tim Percepatan tidak menjalankan pelayanan publik atau belanja operasional OPD, melainkan melaksanakan tugas di bawah perintah gubernur. “Yang menilai dan mengukur kinerja kami ya pak gub, karena pak gub sebagai user kami, dan kami langsung dibawah pak gub,” tandasnya.

Pemprov NTB menganggarkan Rp2,95 miliar per tahun untuk membayar gaji Tim Percepatan Gubernur NTB. Tim ini beranggotakan 15 orang, terdiri dari koordinator, wakil koordinator, serta anggota yang direkrut dari profesional, eks timses, dan akademisi.

Pj. Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal, menilai besarnya anggaran sebanding dengan beban kerja tim. “Kita harus sesuaikan antara apa yang didapat dengan apa yang dikerjakan. Semakin besar yang dia dapatkan maka pekerjaannya tentu harus semakin berat,” ujarnya.

Gaji bulanan Tim Percepatan bervariasi:

Koordinator: Rp16 juta
Wakil koordinator: Rp15,5 juta
13 anggota tim: Rp15 juta per bulan
Koordinator asisten: Rp7,5 juta
Asisten: Rp6 juta

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menunjuk 15 orang sebagai Tim Percepatan dari akademisi dan teknokrat untuk mempercepat pembangunan dan penguatan koordinasi.

1. Koordinator: Dr. Adhar Hakim, SH., MH.
2. Wakil Koordinator: Chairul Mahsul
3. Anggota: Dr. Prayitno Basuki, SE., MA.,
4. Prof. Ir. Dahlanuddin, M.Rur.Sc, Ph.D.,
5. dr. I Ketut Artastra, M.P.H.,
6. Prof. Ir. Mohamad Taufik Fauzi, M.Sc., Ph.D.,
7. Prof. Dr. Sitti Hilyana,
8. Arum Kusumaningtyas, S.IP., M.Sc.,
9. Ir. Giri Arnawa, M.M.,
10. Akhmad Saripudin, S.Hut.,
11. Lalu Ahmad Junaidi, S.Pd., M.A., Ph.D.,
12. Ir. Lalu Martawijaya,
13. Lalu Pahrurrozi, S.T., M.E.,
14. Esti Wahyuni, S.IP.,
15. Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Jawab Kritik FITRA: Belanja Modal 3,4 Persen Akibat Pemotongan DAU, Target 20 Persen Dikejar di APBD-P
FITRA Bongkar APBD NTB 2026: Belanja Modal Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional
Sekolah Swasta Tak Lagi Anak Tiri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Siapkan 400 Sertifikasi SMK
Brang Ene Jadi Lokasi Program Wisata Kerakyatan dan Agribisnis Sapi, Pemkab Sumbawa Barat Siapkan 200 Ekor Sapi
Nekat Copet HP Demi Baju Lebaran Pacar, Remaja 16 Tahun Diamankan Warga di Lombok Timur
Pemudik Siap-Siap! Kapolda NTB Edy Murbowo Cek Langsung Kesiapan Pelabuhan Lembar Jelang Lebaran 2026
Permen Komdigi 9/2026 Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, DPRD NTB Nadirah Al-Habsyi Soroti Hak Anak dan Literasi Digital
Kapolda NTB Bukber Bareng BEM dan OKP, Ngobrol Santai Tapi Pesannya Tegas: Jaga NTB!
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 01:15 WIB

Gubernur NTB Jawab Kritik FITRA: Belanja Modal 3,4 Persen Akibat Pemotongan DAU, Target 20 Persen Dikejar di APBD-P

Senin, 9 Maret 2026 - 00:51 WIB

FITRA Bongkar APBD NTB 2026: Belanja Modal Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:33 WIB

Sekolah Swasta Tak Lagi Anak Tiri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Siapkan 400 Sertifikasi SMK

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:48 WIB

Brang Ene Jadi Lokasi Program Wisata Kerakyatan dan Agribisnis Sapi, Pemkab Sumbawa Barat Siapkan 200 Ekor Sapi

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:04 WIB

Nekat Copet HP Demi Baju Lebaran Pacar, Remaja 16 Tahun Diamankan Warga di Lombok Timur

Berita Terbaru