SUMBAWAPOST.com|Mataram-Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 tak lagi sekadar menjadi ajang kompetisi rutin dua tahunan.
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyebut ajang yang dijadwalkan mulai 16 Juli 2026 itu kini diposisikan sebagai bagian dari proses penjaringan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028.
Menurut Mori, Porprov kali ini dirancang sebagai ‘Road to PON 2028’, sehingga hasil kompetisi akan menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menentukan atlet yang berpeluang masuk dalam skuad PON.
“Porprov ini kita desain sebagai ‘Road to PON 2028’. Jadi bukan sekadar event, tapi bagian dari proses pembinaan. Atlet yang juara 1, 2, dan 3 berpeluang besar langsung masuk radar untuk PON,” ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di Ruang Kerja Kantor Koni NTB, di Kota Mataram, Kamis (2/4/2026).
Sejalan dengan peran strategis tersebut, jumlah peserta Porprov 2026 diproyeksikan meningkat signifikan menjadi sekitar 7.000 atlet, dibandingkan pelaksanaan sebelumnya pada 2023 yang diikuti sekitar 4.700 atlet.
Peningkatan ini juga didorong oleh bertambahnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan. Jika sebelumnya hanya sekitar 35 cabang, pada Porprov 2026 jumlahnya meningkat menjadi kurang lebih 51 cabang olahraga, termasuk beberapa cabang baru seperti cricket dan dayung yang mulai dikembangkan di NTB.
Mori yang juga Anggota DPR RI 2024-2029 Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) menegaskan, penambahan cabang tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas basis pembinaan atlet daerah agar lebih siap bersaing di level nasional.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait kesiapan fasilitas dan aspek teknis untuk cabang-cabang yang baru dikembangkan.
Dari sisi penyelenggaraan, Porprov NTB 2026 direncanakan dipusatkan di Kota Mataram dengan sejumlah pertandingan yang tersebar di kabupaten/kota lain di Pulau Lombok. Kabupaten Sumbawa Barat juga akan menjadi salah satu lokasi pertandingan untuk beberapa cabang seperti kickboxing dan panahan.
Standar pelaksanaan disebut akan mengacu pada penyelenggaraan PON, mulai dari upacara pembukaan dan penutupan hingga aspek pendukung seperti keamanan, transportasi, kesehatan, dan akomodasi atlet.
Meski demikian, tantangan pembiayaan masih menjadi perhatian. Mori menyebutkan, kebutuhan anggaran yang telah disiapkan pemerintah belum sepenuhnya mencukupi, dengan perkiraan kekurangan sekitar Rp3 miliar.
“Dengan jumlah atlet yang mencapai 7.000 dan cabang olahraga yang bertambah, kebutuhan anggaran jelas meningkat. Kekurangannya sekitar Rp3 miliar, dan itu harus kita cari solusinya,” katanya.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, panitia pelaksana berencana menggandeng pihak ketiga, termasuk sponsor dari sektor swasta. Selain itu, langkah efisiensi juga akan dilakukan agar pelaksanaan tetap optimal tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
Mori optimistis Porprov NTB 2026 dapat berjalan dengan baik dan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan atlet daerah menuju PON 2028.
Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi modal utama dalam memastikan event ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga strategis dalam pembinaan olahraga daerah.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










