Namanya Diseret Terlibat Mafia Proyek DAK Dikbud NTB, Pengusaha Ikan Koi Dewi Wiliam Angkat Bicara

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Salah satu pengusaha ikan Koi ternama di Nusa Tenggara Barat (NTB) Dewi Wiliam Angkat bicara soal namanya di sebut- sebut terlibat dalam kasus mafia proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nusa Tenggara Barat yang saat ini di usut Aparat Penegak Hukum (APH).

Dewi Wiliam Keberatan atas pemberitaan yang menyeret namanya dalam laporan investigasi berjudul “Lipsus — DAK Dikbud Digocek di Lapangan Becek” yang terbit pada Senin, 17 Februari 2025. Ia mengaku terkejut dan merasa nama baiknya tercoreng akibat berita yang sudah ditayangkan salah satu media online di NTB.

“Terkait pemberitaan itu, sudah lebih dari satu bulan saya bercerita. Saya tidak tahu bahwa informasi tersebut akan diberikan untuk pemberitaan,” kata Dewi kepada kepada media, Selasa, 18 Februari 2025.

Baca Juga :  Kadisdag NTB Nelly Pimpin Sidang Penarikan Paksa Kendaraan Bermotor oleh Finance

Menurut Dewi, sebelum berita diterbitkan, tidak ada upaya klarifikasi dari pihak media. Ia mengungkapkan bahwa selama ini wartawan yang menghubunginya selalu mengirimkan rilis sebelum menaikkan berita.

“Saya kaget. Biasanya wartawan mengirimkan rilis lebih dulu untuk meminta persetujuan. Tapi kali ini tidak ada,” jelasnya.

Keberatan atas Penyebutan Nama Secara Lengkap 

Salah satu keberatan utama Dewi adalah karena namanya disebutkan secara lengkap dalam berita tersebut. Menurutnya, penyajian berita terlalu vulgar dan tajam tanpa mempertimbangkan dampak terhadap nama baiknya sebagai pengusaha.

“Sangat keberatan. Tidak memakai inisial, terlalu vulgar. Berita boleh tajam, tapi jangan sampai keterlaluan,” tegasnya.

Pengusaha Ikan Koi itu menambahkan bahwa pemberitaan tersebut berpengaruh pada reputasinya. Padahal, ia menegaskan bahwa permasalahannya dengan pihak lain, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, telah selesai. Bahkan, laporan yang sebelumnya dibuat di Polresta Mataram dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB telah dicabut.

Baca Juga :  Jagung NTB Melimpah, BULOG Kehabisan Karung-Gubernur Iqbal Pilih Edukasi Petani Ketimbang Subsidi

“Karena sudah selesai, jangan diungkit-ungkit lagi. Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada persoalan dengan siapapun,” ujarnya.

Tepis Isu Penerimaan Dana Ratusan Juta

Dewi juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa ia menerima uang lebih dari yang seharusnya.

“Tidak kurang, tidak lebih. Uang yang saya terima sesuai dengan yang dipinjam,” katanya.

Ia menegaskan bahwa jika ada pihak yang masih mengaitkan namanya dengan kasus DAK Dikbud NTB, maka ia tidak akan menanggapinya lagi.

“Masalah sudah selesai. Siapapun yang datang mengatasnamakan atau mengaitkan saya dengan kasus ini, saya tidak akan terima,” tutupnya.

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB