Menjelang HUT ke-67 NTB, Gubernur Iqbal Pasang Target Tinggi: Pelabuhan, Infrastruktur dan RS Harus Naik Kelas

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal

SUMBAWAPOST.com| Lombok Timur- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempertegas komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor transportasi penyeberangan dan layanan kesehatan. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam kegiatan yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) NTB bersama ekosistem penyeberangan Dalam forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Karantina Kesehatan, Jasa Raharja, ASDP hingga operator pelayaran, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya membangun standar pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan di seluruh pelabuhan NTB. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama menghadirkan layanan penyeberangan yang sehat, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.

“Pelabuhan itu harus memberikan kesan yang baik. Kalau pelabuhannya hijau, bersih dan nyaman, maka perjalanan pun bisa terasa seperti sedang jalan-jalan, bukan beban,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menyoroti percepatan proyek strategis Bypass Port to Port (P2P) sebagai tulang punggung konektivitas NTB. Ia menjelaskan, studi kelayakan proyek P2P ditargetkan rampung akhir tahun ini dan diperkirakan terbit dalam dua minggu ke depan.

Tahun 2026 akan difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED), Amdal, serta pembebasan lahan. Pembangunan fisik ditargetkan mulai awal 2027 dengan skema pembiayaan yang efisien dan terus dikonsultasikan dengan kementerian terkait, serta ditargetkan rampung paling lambat pada 2028.

Dengan hadirnya jalur baru tersebut, waktu tempuh penyeberangan Lembar–Kayangan yang saat ini mencapai sekitar enam jam diproyeksikan dapat dipangkas menjadi hanya 1 jam 45 menit hingga 2 jam. Dampaknya dinilai sangat signifikan, mulai dari meningkatnya jumlah pengguna jasa penyeberangan, efisiensi logistik, hingga kemudahan mobilitas wisatawan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.

Baca Juga :  Paguyuban Mahasiswa Sasambo UI Audiensi ke Pemprov NTB, Matangkan Persiapan Goes to NTB 2026

“Karena akses makin baik, maka masyarakat Pototano harus mulai berbenah dari sekarang untuk menyambut lonjakan penumpang di tahun 2027,” tegas Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal juga memberikan apresiasi kepada ekosistem penyeberangan Kayangan–Pototano yang telah menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan penyeberangan gratis atau keringanan biaya bagi ambulans, baik untuk pasien rujukan maupun jenazah.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat penting mengingat banyak warga Bima dan Sumbawa yang masih harus dirujuk ke Mataram untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan. Mobilitas ambulans maupun pemulangan jenazah kerap menjadi beban biaya berat bagi keluarga.

Ia pun mengingat kembali pengalamannya saat masa kampanye, ketika seorang pemuda asal Bima menanyakan solusi untuk mengurangi biaya pemulangan jenazah dari Mataram.

“Saya jawab pertanyaannya salah, yang harus kita upayakan adalah membuat warga Bima tidak perlu lagi pergi ke Mataram untuk berobat,” tuturnya diplomatis.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov NTB mendorong peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan di daerah. RS Kota Bima ditingkatkan dari tipe D ke tipe C dengan dukungan APBN dan ditargetkan tahun depan mampu menangani tiga penyakit rujukan terbesar, yakni stroke, cuci darah, dan jantung.

Sementara itu, RS Manambai Sumbawa Barat dinaikkan dari tipe C menjadi tipe B dan akan diresmikan pada 17 Desember, bertepatan dengan HUT ke-67 Provinsi NTB. Rumah sakit ini diproyeksikan mampu menangani perawatan stroke, jantung, pemasangan ring, dan cuci darah, sehingga masyarakat Bima dan Sumbawa tidak lagi selalu dirujuk ke Mataram.

Baca Juga :  DPRD NTB Maman Desak Rekrutmen Terbuka Calon Kepsek: Jangan Titip Nama, Ini Pendidikan Bukan Bursa Saham

Dalam forum tersebut, Gubernur Iqbal juga menyoroti berbagai keluhan masyarakat terkait kebersihan dan kenyamanan pelabuhan yang belum optimal, serta kondisi kapal yang beragam, mulai dari yang terawat hingga kurang terawat.

Ia meminta Dishub NTB untuk menyusun standar layanan dan standar infrastruktur pelabuhan di seluruh NTB, sekaligus membuat rating kondisi kapal di setiap pelabuhan guna memotivasi operator meningkatkan kualitas perawatan.

“Masalah kapal itu bukan muda atau tua, tapi perawatannya. Asal dirawat baik, kapal pasti layak pakai,” pesannya.

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa NTB harus menyiapkan sistem transportasi publik sejak dini agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak menimbulkan kemacetan seperti yang dialami sejumlah destinasi dunia.

Ia mencontohkan Bali yang menerima sekitar 6 juta wisatawan per tahun, serta kota-kota besar dunia seperti Istanbul dengan 46 juta wisatawan dan Wina dengan 40 juta wisatawan per tahun, namun tetap mampu menjaga kelancaran mobilitas berkat sistem transportasi publik yang unggul.

“Kalau NTB ingin meningkatkan jumlah turis, transportasi publik harus dibangun mulai sekarang,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa memasuki usia 67 tahun Provinsi NTB, kualitas pelayanan publik harus semakin meningkat. Pelabuhan dan kapal harus lebih nyaman dan aman, sistem transportasi semakin modern dan terintegrasi, serta ekosistem penyeberangan semakin solid dalam melayani masyarakat.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB