Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri saat berdialog dengan perwakilan buruh dalam peringatan May Day 2026 di Kantor Disnakertrans NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri saat berdialog dengan perwakilan buruh dalam peringatan May Day 2026 di Kantor Disnakertrans NTB.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Momentum Hari Buruh Internasional 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini menjadi titik balik arah kebijakan ketenagakerjaan. Dalam dialog bertajuk ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’ di Kantor Dinas Nakertrans NTB, Jumat (1/5/2026), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen membuka dapur penyusunan Peraturan Daerah (Perda) bagi serikat buruh, sekaligus menyiapkan skema baru perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk memutus rantai kemiskinan.

Dalam forum tersebut, Iqbal secara terbuka mengakui bahwa selama ini keterlibatan buruh dalam penyusunan regulasi belum maksimal. Ke depan, ia memastikan setiap kebijakan yang menyangkut kesejahteraan pekerja wajib melibatkan serikat buruh sebagai bagian dari legitimasi kebijakan.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Kadis hingga asisten, tolong ingatkan saya. Dalam setiap penyusunan Perda, khususnya terkait pekerja, teman-teman serikat buruh harus dilibatkan. Aspirasi mereka adalah legitimasi bagi kami dalam merumuskan klausul kesejahteraan,” tegas Iqbal.

Tak hanya pada aspek regulasi, Gubernur juga menyoroti lemahnya pengawasan ketenagakerjaan di lapangan. Ia menyayangkan instruksi terkait penambahan anggaran dan fasilitas kendaraan operasional bagi pengawas belum sepenuhnya berjalan.

“Saya sudah perintahkan untuk menambah anggaran pengawasan dan menyiapkan kendaraan operasional bagi teman-teman pengawas. Mereka tidak bisa bekerja maksimal tanpa fasilitas. Saya minta Pak Sekda untuk memastikan instruksi ini segera terlaksana,” tambahnya.

Dalam isu sensitif seperti Upah Minimum Provinsi (UMP), Iqbal memilih pendekatan realistis. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kenaikan upah dan kepatuhan perusahaan dalam membayar.

“Kesejahteraan itu dinamis. Dulu kita bicara jam kerja, sekarang di Eropa sudah bicara paternity leave. Di NTB, kita harus realistis melihat kondisi ekonomi. Saya lebih memilih menaikkan upah secara moderat namun dibarengi pengawasan ketat agar semua perusahaan benar-benar membayarnya, daripada naik drastis tapi hanya di atas kertas,” jelasnya.

Baca Juga :  Wagub NTB Tantang GOW Lombok Barat: Dari Perangi Stunting Hingga Hidupkan Lagi Senggigi yang Meredup

Ia juga menegaskan bahwa indikator utama kesejahteraan NTB terletak pada sektor pertanian yang menyentuh mayoritas masyarakat, bukan semata sektor tambang.

“Target kita adalah NTB Makmur Mendunia. Saat target itu tercapai, standar kesejahteraan kita pun harus ikut melompat lebih tinggi,” pungkasnya.

Salah satu terobosan yang disorot adalah reformasi skema pembiayaan PMI. Pemerintah Provinsi NTB menggandeng perusahaan seperti Felda dan Sime Darby serta Bank NTB Syariah untuk menghadirkan skema pembiayaan berbasis Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Seluruh biaya keberangkatan, mulai dari paspor hingga uang makan selama proses, akan ditalangi terlebih dahulu oleh Bank NTB Syariah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI dengan bunga rendah,” jelas Iqbal.

Skema ini dirancang agar PMI tidak lagi terjerat utang bank subuh. Bahkan, kerja sama dengan Maybank di Malaysia juga disiapkan untuk mengelola gaji PMI secara terstruktur mulai dari kebutuhan keluarga hingga tabungan usaha.

“Kita ingin memutus rantai berangkat miskin, pulang tetap miskin. Dengan pendampingan wealth management, PMI diharapkan memiliki unit usaha produktif saat kembali ke tanah air,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga tengah merancang sekolah berasrama bagi anak-anak PMI sebagai bagian dari perlindungan sosial jangka panjang.

“Di sekolah berasrama ini, anak-anak PMI akan dibentuk karakternya dan diberikan keterampilan (skill). Jika nantinya mereka memilih menjadi PMI seperti orang tuanya, mereka akan menjadi PMI yang memiliki keahlian tinggi, bukan pekerja kasar,” tegas Iqbal.

Baca Juga :  Miq Iqbal Bongkar Warisan Utang NTB, Kini Lunas 100 Persen dan Bidik Capaian BPK di Atas Target Nasional

Sementara, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menekankan pentingnya regulasi yang berpihak pada buruh perempuan, mengingat peran ganda mereka dalam keluarga dan pekerjaan.

“Saya menitipkan satu harapan kepada Pak Gubernur, khususnya bagi para buruh perempuan agar mendapatkan perhatian dari seluruh asosiasi yang ada. Perempuan selain sebagai pekerja, mereka juga kepala rumah tangga, istri, dan seorang ibu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SPN NTB, Lalu Wira Sakti, mengapresiasi keterlibatan penuh pemerintah dalam dialog May Day tahun ini.

“Sepanjang sejarah May Day di NTB, baru kali ini dihadiri lengkap oleh Bapak Gubernur, Ibu Wakil Gubernur, Pak Sekda, hingga jajaran Kepala Dinas. Ini momen yang luar biasa dan menunjukkan komunikasi yang baik antara pemerintah, pengusaha melalui Apindo, dan teman-teman buruh,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen buruh untuk mengawal janji pemerintah agar benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.

“Kami di SPN akan terus mengawal janji tersebut agar setiap klausul dalam Perda benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja,” tegasnya.

Wira menyatakan optimisme bahwa kolaborasi pemerintah dan buruh mampu mendorong target pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.

“Kami siap bersinergi untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem. Dengan kolaborasi yang baik, kita optimistis NTB yang makmur dan sejahtera bagi semua lapisan pekerja dapat terwujud,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB