Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyapa dan berinteraksi dengan seorang anak pengguna kursi roda saat peluncuran Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyapa dan berinteraksi dengan seorang anak pengguna kursi roda saat peluncuran Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Timur- Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemda Lotim) untuk keluar dari Zona Merah merah Stunting masih menghadapi berbagai tantangan. Selain tingginya jumlah penduduk, persoalan akurasi Data hingga faktor Kemiskinan menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama agar penurunan angka Stunting dapat berjalan lebih efektif.

Wakil Bupati Lombok Timur, Mohammad Edwin Hadiwijaya, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mempercepat penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan perbaikan kualitas data.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa atau lebih dari 25 persen penduduk NTB, Lombok Timur memegang peran strategis dalam menentukan keberhasilan penurunan Stunting di Tingkat Provinsi. Saat ini, Prevalensi Stunting di Daerah tersebut masih berada pada kisaran 22,36 persen, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi, lanjut Edwin, adalah belum optimalnya pengelolaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendapat pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Bank Dunia melalui pemanfaatan aplikasi yang mengintegrasikan data ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita, hingga kelompok sasaran lainnya agar setiap Program penanganan Stunting dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Selain memperkuat kualitas Data, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani penyebab tidak langsung Stunting, seperti kemiskinan dan rendahnya tingkat Pendidikan Masyarakat.

Baca Juga :  Kapolsek Bolo Polres Bima Turun Tangan Bantu Bersihkan Pemukiman Warga dan Bagikan Makanan Gratis

Pemerintah Daerah juga memanfaatkan ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperluas akses pemenuhan gizi bagi Masyarakat.

“Penurunan Stunting tidak bisa dikerjakan secara Parsial. Semua OPD harus bekerja sama dan sama-sama bekerja dengan semangat gotong royong. Kami optimistis Lombok Timur dapat memberikan kontribusi positif terhadap penurunan Stunting di NTB,” tegas Mohammad Edwin Hadiwijaya.

Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB melalui peluncuran Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri dengan didampingi Ketua TP PKK NTB, di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7/2026).

Gerakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka Stunting dan Kemiskinan, terutama di Daerah dengan Prevalensi Stunting yang masih tinggi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB menegaskan bahwa penanganan Stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen Masyarakat, terutama Keluarga.

“Kehadiran kita hari ini bukan hanya memastikan setiap perangkat daerah memiliki bentuk intervensi yang sama terhadap penurunan Stunting. Kita hadir untuk menggugah hati dan kepedulian kita semua. Program Pemerintah tidak akan berhasil apabila Keluarga tidak memiliki Kepedulian,” ujarnya.

Baca Juga :  Nilai Ekspor NTB Rp6,9 triliun di Bulan Agustus, Meningkat 115,10 Persen

Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan melalui edukasi kepada calon pengantin mengenai kesiapan usia menikah, kondisi kesehatan ibu, serta pentingnya memenuhi standar kesehatan sebelum memiliki anak.

Wakil Gubernur juga mengingatkan bahwa Lombok Timur masih tercatat sebagai salah satu daerah zona merah stunting bersama Kabupaten Lombok Utara sehingga membutuhkan komitmen seluruh pihak untuk mempercepat penurunannya.

“Kita harus bekerja bersama agar Lombok Timur bisa keluar dari zona merah. Angka Stunting adalah kondisi nyata yang kita temukan di lapangan dan hanya bisa diatasi dengan komitmen serta kepedulian bersama,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, TP PKK, BKKBN, Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi agar setiap intervensi benar-benar memberikan dampak nyata. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar setiap program benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Selain intervensi kesehatan, Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan Stunting. Desa Lendang Nangka Utara, misalnya, didorong mengembangkan produk olahan nanas agar memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan Masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?
39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien
3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara
Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya
Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan
Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT
Gubernur NTB Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, TPP: Tidak Memenuhi Syarat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:55 WIB

39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru