Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Timur- Pemerintah Provinsi NTB memperkuat langkah percepatan penurunan stunting di daerah yang masih berstatus zona merah. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, bersama TP PKK Provinsi NTB turun langsung meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7/2026).

Gerakan tersebut menjadi upaya strategis Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting dan kemiskinan, terutama di Wilayah dengan prevalensi Stunting yang masih tinggi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada Pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat, terutama Keluarga.

“Kehadiran kita hari ini bukan hanya memastikan setiap perangkat Daerah memiliki bentuk intervensi yang sama terhadap penurunan Stunting. Kita hadir untuk menggugah hati dan kepedulian kita semua. Program pemerintah tidak akan berhasil apabila keluarga tidak memiliki kepedulian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak sebelum kehamilan melalui edukasi kepada calon pengantin mengenai kesiapan usia menikah, kondisi kesehatan ibu, serta pentingnya memenuhi standar kesehatan sebelum memiliki anak. Menurutnya, pendekatan preventif harus terus diperkuat agar Stunting dapat dicegah sejak dini.

Wakil Gubernur juga mengingatkan bahwa Lombok Timur, sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan. Dalam berbagai forum Nasional, Lombok Timur masih tercatat sebagai salah satu Daerah zona merah Stunting dan kemiskinan. Selain itu, Kabupaten Lombok Utara juga masih berada pada kategori Zona Merah  Stunting.

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Terima Kunjungan Deputi Geoekonomi DPN RI, Bahas Status Tiga Gili

“Kita harus bekerja bersama agar Lombok Timur bisa keluar dari zona merah. Angka Stunting adalah kondisi nyata yang kita temukan di lapangan dan hanya bisa diatasi dengan komitmen serta kepedulian bersama,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, Pemerintah Desa, kader Posyandu, TP PKK, BKKBN, Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi agar setiap intervensi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar setiap program benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Selain intervensi di bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting. Salah satunya dengan mendorong Desa Lendang Nangka Utara mengembangkan komoditas unggulan nanas menjadi produk olahan bernilai tambah agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Wakil Gubernur juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, kasih sayang, pendampingan, serta keterlibatan ayah dan ibu menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca Juga :  DPRD NTB Ungkap Dugaan SLB Fiktif di Bima, Mirip Kandang Kambing Tapi Terima Dana Ratusan Juta Tiap Tahun

Sementara Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan bahwa percepatan penurunan Stunting hanya dapat dicapai melalui Kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari turunnya angka Prevalensi, tetapi juga dari terwujudnya masyarakat NTB yang sehat dan berkualitas melalui intervensi yang dilakukan secara serentak hingga tingkat Desa.

“Bahwa Stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola asuh, sanitasi, kondisi lingkungan, hingga perilaku keluarga. Berdasarkan pendampingan di sejumlah Desa, ditemukan beragam penyebab, seperti penggunaan air yang tidak layak konsumsi, pola pemberian makanan yang kurang tepat, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan instan,” ungkapnya.

Karena itu, TP PKK Provinsi NTB bersama TP PKK Kabupaten Lombok Timur telah memulai program percontohan di Desa Sakra dengan melibatkan berbagai OPD, BKKBN, sektor Pertanian, Perikanan, Rumah Sakit, serta mitra nonpemerintah untuk mengidentifikasi akar persoalan stunting secara langsung di lapangan. Program tersebut mendapat respons positif dari Masyarakat dan Pemerintah Desa.

Bunda Sinta juga menyatakan kesiapan TP PKK Provinsi NTB untuk terus mendukung pelaksanaan Tim Percepatan Penanganan dan Pencegahan Stunting (TP3S) melalui penguatan kader, pemberdayaan masyarakat, dan sinergi lintas sektor agar upaya penurunan stunting di NTB dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB