add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); Kasus BGN Belum Tuntas, KAHMI NTB Minta Prabowo Tekan Tombol 'Pause' Program MBG - SUMBAWAPOST.com

Kasus BGN Belum Tuntas, KAHMI NTB Minta Prabowo Tekan Tombol ‘Pause’ Program MBG

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Presidium MW KAHMI NTB, Ir. HK. Lalu Winengan, M.M., menyampaikan usulan penerapan Jeda Gizi Nasional sebagai evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram, Minggu (5/7).

Koordinator Presidium MW KAHMI NTB, Ir. HK. Lalu Winengan, M.M., menyampaikan usulan penerapan Jeda Gizi Nasional sebagai evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram, Minggu (5/7).

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Di tengah mencuatnya kasus hukum yang menyeret sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Provinsi Nusa Tenggara Barat (MW KAHMI NTB) meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani dengan menekan tombol ‘Pause’ terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diwujudkan melalui penerapan Jeda Gizi Nasional (JGN) sebagai ruang evaluasi menyeluruh sebelum program kembali dijalankan secara penuh.

Usulan tersebut disampaikan Koordinator Presidium (Korpres) MW KAHMI NTB, Ir. HK. Lalu Winengan, M.M., kepada media di Mataram, Minggu (5/7/2026).

Menurut HK. Lalu Winengan, kebijakan Jeda Gizi Nasional menjadi penting mengingat berbagai persoalan yang mengiringi pelaksanaan Program MBG semakin menjadi perhatian publik, terutama setelah sejumlah petinggi BGN ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

“Salah satu akibat yang cukup besar dari ditersangkakannya sejumlah petinggi BGN sebagai hulu dari pelaksanaan program MBG, telah menghilirkan ketidakpercayaan publik terhadap program tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Rakyat Digusur, DPRD NTB Angkat Suara! Akhdiansyah Siap Pasang Badan Lawan Ketidakadilan PSN

HK. Lalu Winengan mengapresiasi keputusan pemerintah menghentikan sementara operasional Program MBG selama masa libur sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Namun, ia menilai waktu penghentian sementara selama libur sekolah belum cukup untuk membenahi seluruh persoalan yang mengiringi implementasi Program MBG.

“Dibutuhkan waktu lebih lama dengan melibatkan sejumlah unsur, untuk menata kembali pelaksanaan program ini,” tandas HK. Lalu Winengan.

Meski mengusulkan adanya jeda, HK. Lalu Winengan menegaskan bahwa Program MBG tetap merupakan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, lanjut usia, dan para janda.

“Tidak berlebihan jika Presiden RI, Prabowo Subianto, berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut,” katanya.

Karena itu, menurutnya, evaluasi secara menyeluruh justru diperlukan agar pelaksanaan Program MBG ke depan berjalan lebih baik dan kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Namun yang sangat disayangkan dan harus diantisipasi, jika permasalahan yang mengiringi dan masih mengikuti pasca penetapan tersangka sejumlah petinggi BGN belum clear and clean, sampai kapanpun program ini akan terus mengundang tanda tanya besar di mata publik,” imbuh HK. Lalu Winengan.

Baca Juga :  Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi

HK. Lalu Winengan menilai penerapan Jeda Gizi Nasional (JGN) dapat menjadi jalan tengah atas perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat. Di satu sisi, terdapat kelompok yang menginginkan Program MBG tetap dilanjutkan karena manfaatnya, sementara di sisi lain muncul desakan agar program dihentikan sementara untuk dilakukan pembenahan.

Menurutnya, kedua pandangan tersebut sama-sama layak menjadi perhatian pemerintah dalam menyempurnakan pelaksanaan Program MBG.

“Yang menginkan program berlanjut karena melihat sisi manfaat dari Program MBG. Di sisi lain, desakan agar program MBG diberhentikan karena prakteknya masih ditemukan sejumlah kejanggalan. Misalnya, ditemukannya pejabat publik seperti Anggota DPR, Bupati dan atau Walikota, yang memiliki titik dapur lebih dari lima,” ungkap HK. Lalu Winengan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Berita Terbaru