Jamaah Haji NTB Dideportasi, HMI BADKO Bali-Nusra Desak Gubernur Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Insiden deportasi sejumlah jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi mendapat sorotan tajam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) BADKO Bali-Nusa Tenggara. Mereka mendesak pemerintah membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas persoalan keberangkatan jamaah haji asal NTB.

Menurut HMI, ibadah haji bukanlah sekadar ritual biasa, melainkan ibadah sakral yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup bagi umat Islam. Namun, pelaksanaannya kerap diwarnai berbagai kendala serius, mulai dari keterlambatan visa hingga kasus deportasi.

Baca Juga :  Kirain Dikirim Kerja, Ternyata Jadi Korban TPPO, Gubernur NTB Geram: Jangan Main-Main di Tanah Seribu Masjid

“Kami menilai perlu adanya langkah konkret dari pemerintah, khususnya pemerintah provinsi NTB, dengan membentuk tim investigasi keberangkatan jamaah haji. Ini sebagai upaya preventif untuk mencegah berbagai persoalan administratif maupun teknis di kemudian hari,” tegas Ketua Umum HMI BADKO Bali-Nusra Caca Handika dalam pernyataannya, Kamis (8/5).

HMI juga mendorong Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proses administrasi calon jamaah haji. Termasuk menyelidiki penyebab deportasi warga Indonesia di Tanah Suci.

Baca Juga :  Qari Cilik Bima Juara 1 Internasional, Gubernur NTB Apresiasi dan Fasilitasi Tampil di Islamic Center saat Bulan Ramadhan

“Apalagi Gubernur NTB saat ini adalah mantan Duta Besar. Seharusnya memiliki akses diplomatik dan jaringan komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan ini secara serius dan menyeluruh,” tambahnya.

Caca Handika menegaskan, ibadah haji harus dijaga kesuciannya, baik secara spiritual maupun administratif. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah cepat serta strategis agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Balapan Digelar 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika
Dari Marshal Lokal Hingga Mario Aji, MotoGP Mandalika Lahirkan Talenta Indonesia Kelas Dunia
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Kebanggaan Indonesia, Disaksikan 670 Juta Penonton di 200 Negara
MotoGP Mandalika Masuk Tahun Kelima, Jadi Kebanggaan Bangsa dan Mesin Promosi Indonesia ke Dunia
Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba Ditahan di Markas Brimob, Kejati NTB Ungkap Alasannya
Uang Rp2,8 Miliar dari Bandar Narkoba Muncul di Kasus Eks Kapolres Bima Kota, Kejati NTB Buka Fakta Baru
Dari Emosi ke Jabat Tangan, Kasus Pengerusakan di Kota Bima Tuntas Lewat Jalan Damai
Gubernur Iqbal Jual Sejumlah Potensi Strategis NTB ke Oman, Nilainya Tembus Rp1 Triliun
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:30 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Balapan Digelar 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:19 WIB

Dari Marshal Lokal Hingga Mario Aji, MotoGP Mandalika Lahirkan Talenta Indonesia Kelas Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:03 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Kebanggaan Indonesia, Disaksikan 670 Juta Penonton di 200 Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:35 WIB

MotoGP Mandalika Masuk Tahun Kelima, Jadi Kebanggaan Bangsa dan Mesin Promosi Indonesia ke Dunia

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba Ditahan di Markas Brimob, Kejati NTB Ungkap Alasannya

Berita Terbaru