Jhon Meninggal Misterius, Karyawan Koperasi Bupati Dompu? Keluarga Lapor Polisi: Koperasi, Puskesmas dan Istri Siri Harus Diperiksa

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Keluarga besar almarhum Junaid alias Jhon, pegawai senior Koperasi KSP Nuansa Perkasa Dompu yang dikabarkan Milik Bupati Dompu, resmi melaporkan dugaan kejanggalan kematian korban ke Kepolisian Resor (Polres) Dompu, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Laporan yang diberi nomor 01/LK-JHN/07/2025 ini memuat dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian, penghilangan barang bukti, dan kelalaian dalam penanganan medis. Langkah ini diambil setelah berbagai kejanggalan mencuat terkait kondisi korban, proses penanganan jenazah, serta tidak adanya dokumen resmi dari pihak medis maupun koperasi.

“Kami sudah secara resmi menyampaikan laporan ke Polres Dompu,,” ujar Pastini, istri sah almarhum, usai menyerahkan laporan.

Laporan ke Polres: Minta Autopsi dan Proses Hukum Menyeluruh

Dalam laporan tersebut, keluarga meminta penyidik mengambil langkah-langkah hukum, termasuk:

1. Melakukan autopsi terhadap jenazah almarhum Jhon
2. Memeriksa semua pihak terkait, mulai dari:
-Manajemen dan staf Koperasi KSP Nuansa Perkasa
-Istri siri korban, Sulas
-Kepala dan petugas medis Puskesmas Rasa Nggaro (Puskesmas Dompu Barat)

Sopir dan Pendamping Ambulans

Keluarga juga menilai bahwa tidak adanya visum dan Surat Keterangan Kematian (SKK) dari pihak medis merupakan pelanggaran terhadap Permenkes No. 15 Tahun 2014, yang mewajibkan setiap kematian ditangani secara prosedural oleh tenaga medis dengan dokumentasi resmi.

“Kami tidak menuduh siapa-siapa. Tapi ada terlalu banyak kejanggalan, dan kami ingin semuanya dibuka terang-benderang di depan hukum,” tegas pendamping usai menyampaikan Laporan.

Polres Dompu Diminta Transparan dan Independen

Baca Juga :  Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan 39 Ekor Sapi Kurban untuk Lombok, Salah Satunya Berbobot Lebih dari Satu Ton

Keluarga berharap Polres Dompu bersikap transparan, adil, dan profesional dalam menangani kasus ini. Apalagi, laporan tersebut juga telah ditembuskan ke berbagai lembaga negara, antara lain:

Kapolda NTB
Ketua DPRD Kabupaten Dompu
Komnas HAM
Ombudsman RI Perwakilan NTB
LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)

Kepala Puskesmas Bungkam? Publik Desak Penjelasan

Sebelumnya, dihubungi, Kepala Puskesmas Dompu Barat, Mujakir, S.K.M., belum memberikan penjelasan resmi. Keluarga mempertanyakan yakni;

Apakah Kepala Puskesmas tidak mengetahui ada pasien meninggal dunia?

Kenapa tidak ada SKK atau visum dari petugas medis?

Bagaimana hasil pemeriksaan awal medis terhadap korban?

Siapa petugas yang mendampingi dan memberikan penjelasan kepada keluarga?

“Kalau pasien sudah ditangani, harusnya ada catatan medis. Apa mungkin kepala puskesmas tidak tahu? Atau jangan-jangan memang tidak mau tahu?,” sindir salah satu warga Desa Bolo saat mengikuti tahlilan korban.

Keluarga Siap Kawal Kasus Sampai Tuntas

Kematian Junaid alias Jhon bukan sekadar musibah, tapi menjadi pertaruhan hukum dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Keluarga menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Kami hanya ingin keadilan,” tutup Pastini yang akrab disapa Mama Refi.

Terpisah, menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Dompu Barat, Mujakir, angkat bicara. Ia mengaku belum bisa memberikan penjelasan detail karena masih perlu berkoordinasi dengan dokter yang menangani langsung Junaid saat kejadian.

“Coba koordinasi dulu sama dokternya,” ujar Mujakir, Kamis (24/7).

Baca Juga :  Edarkan Narkoba, Honorer di Kota Bima Dibekuk Polisi

Namun demikian, Mujakir memastikan bahwa pihaknya telah melakukan prosedur awal secara medis terhadap almarhum Junaid. “Pasiennya sempat dilakukan pengkajian dan pelayanan lebih awal,” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa tidak ada surat keterangan kematian yang diterbitkan oleh pihak puskesmas, Mujakir menjawab bahwa sudah ada petugas yang mendampingi dan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga. “Ada petugas kami yang menjelaskan langsung ke keluarga,” tambahnya.

Terkait laporan polisi yang menyebut Puskesmas Dompu Barat ikut disebut dalam laporan keluarga korban, Mujakir menyatakan belum menerima informasi resmi. “Kami belum tahu ada laporan dari Polisi nya,” tandasnya.

Di sisi lain, media ini juga mencoba mengonfirmasi Kepala Pengawas Koperasi Dompu, Dedy, yang disebut-sebut memiliki hubungan kerja dengan almarhum Junaid. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons terhadap pertanyaan yang dilayangkan melalui pesan singkat WhatsApp.

Kasus kematian Junaid alias Jhon kini terus menjadi sorotan publik, apalagi setelah pihak keluarga resmi melapor ke Polres Dompu. Publik menanti kejelasan, bukan hanya soal penyebab kematian, tetapi juga soal akuntabilitas layanan kesehatan yang seharusnya transparan.

Redaksi SUMBAWAPOST berkomitmen mengawal kasus ini dan membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak koperasi, puskesmas, dan semua pihak terkait.

Catatan Redaksi:
Apabila pihak Puskesmas Dompu Barat, KSP Nuansa Perkasa, maupun terlapor lainnya ingin menyampaikan hak jawab, klarifikasi atau pernyataan resmi, silakan hubungi redaksi melalui email: redaksi@sumbawapost.com.

Berita Terkait

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Atlet Kota Mataram Dominasi Akuatik Porprov NTB 2026, Delapan Rekor Baru Tercipta dan Borong 13 Medali Emas
Luar Biasa! Laras Ajeng Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026, Rekor 8 Tahun Akhirnya Tumbang
Gubernur NTB Miq Iqbal Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Argentina Forever, Satu Kosong Sudah Cukup
Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Berita ini 1,298 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:26 WIB

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Atlet Kota Mataram Dominasi Akuatik Porprov NTB 2026, Delapan Rekor Baru Tercipta dan Borong 13 Medali Emas

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:26 WIB

Luar Biasa! Laras Ajeng Pecahkan Dua Rekor Porprov NTB 2026, Rekor 8 Tahun Akhirnya Tumbang

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:27 WIB

Gubernur NTB Miq Iqbal Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Argentina Forever, Satu Kosong Sudah Cukup

Berita Terbaru

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri saat turun langsung menyapa Masyarakat dalam Kegiatan Pelayanan dan Pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinergi kepemimpinan keduanya terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kualitas Pembangunan Manusia, percepatan penurunan Kemiskinan, Penguatan Ketahanan Pangan, serta Pengembangan Pariwisata yang berdampak terhadap Kesejahteraan Masyarakat.

Pemerintahan

IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi

Minggu, 19 Jul 2026 - 17:26 WIB