SUMBAWAPOST.com | Mataram- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi kabar baik bagi ribuan guru di Nusa Tenggara Barat. Setelah lama menanti, Pemerintah Provinsi NTB di era kepemimpinan Iqbal-Dinda akhirnya menyiapkan tambahan penghasilan bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW).
Dalam peringatan Hardiknas yang digelar di lapangan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Sabtu (2/5/2026), Pemprov NTB menegaskan komitmen peningkatan kualitas pendidikan, mulai dari akses belajar, kompetensi hingga kesejahteraan guru.
Sebagai bentuk perhatian nyata, sebanyak 1.759 guru PPPK-PW akan menerima tambahan penghasilan minimal Rp500 ribu yang mulai dicairkan pada September mendatang.
“Khusus untuk guru P3K PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik”, ucap Gubernur Dr. H.L. Muhamad Iqbal, dalam keterangan yang diterima media ini, Sabtu (2/5/2026).
Gubernur menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis daerah dalam memajukan dunia pendidikan, terutama dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini menghadapi keterbatasan.
Ia juga menekankan bahwa Dinas Dikpora sebagai pengampu utama sektor pendidikan harus berfokus pada pembangunan manusia, bukan sekadar pembangunan fisik semata.
“Kualitas pendidikan artinya dinas, kepala sekolah dan guru mulai memikirkan agar seluruh anak memiliki akses pendidikan. Memastikan tidak ada anak putus sekolah, memastikan kualitas bahan ajar dan kualitas guru”, tegasnya.
Dalam amanat Hardiknas tersebut, Gubernur turut menyampaikan lima kebijakan strategis nasional pendidikan dasar dan menengah.
Kebijakan itu mencakup revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi, peningkatan kualifikasi serta kompetensi guru melalui beasiswa, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi (STEM), serta penyediaan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel.
Upaya ini juga diperkuat melalui integrasi empat ekosistem pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam satu kerangka kebijakan yang terarah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga tenaga pendidik, yakni Siti Nurhani dari SMA Negeri 5 Mataram, Kamtono dari SLB Negeri 1 Mataram, dan Ahmad Quroni dari SMK Negeri 1 Mataram.
Langkah ini menegaskan bahwa peringatan Hardiknas 2026 di NTB tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum menghadirkan kebijakan nyata yang langsung dirasakan, khususnya oleh para guru PPPK yang selama ini menanti perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










