Diduga Pakai Solar Subsidi, Hajar Mangrove 4 Hektar di Sekotong! PT GWP Dilaporkan, Kapolda NTB Pilih Diam

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat – Aroma pelanggaran lingkungan kian menyengat dari kawasan Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Aktivitas reklamasi ilegal di lahan mangrove seluas sekitar 4 hektar yang diduga dilakukan oleh PT Giri Wacana Pratama (PT GWP), kini menjadi sorotan tajam publik, DPRD NTB, dan para aktivis lingkungan.

Forum Masyarakat NTB bersama Gabungan Mahasiswa Aktivis NTB telah resmi melaporkan kasus ini ke Polda NTB. Namun, saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Kapolda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan memilih bungkam. Tak ada pernyataan, tak ada klarifikasi. Diam yang memantik tanya.

Di sisi lain, Komisi IV DPRD NTB bersikap sigap. Usai menerima audiensi dari Forum Masyarakat NTB dan para aktivis, Kamis, 12 Juni 2025, Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, H. Hasbulah Muis, menyatakan pihaknya akan memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini.

“Insha Allah minggu depan kami akan melakukan tinjauan langsung ke lokasi dan meminta kepada DLHK, PUPR, dan BPN untuk ikut serta turun mengecek langsung aktivitas reklamasi yang diduga tidak berizin itu,” tegas Hasbulah di hadapan awak media.

Baca Juga :  DPRD NTB Marga Harun Warning Pemkab Dompu: Jangan Hanya Sidak, Tindak Tegas Pelanggar

Dalam audiensi tersebut, terungkap pula bahwa reklamasi liar diduga menggunakan tanah hasil galian C ilegal. Lebih parahnya lagi, kegiatan itu disinyalir memanfaatkan solar subsidi, yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat kecil.

“DLHK NTB secara resmi menyatakan belum pernah mengeluarkan rekomendasi izin terhadap aktivitas reklamasi oleh PT GWP. Bahkan dari hasil kajian lapangan, reklamasi itu sudah masuk ke kawasan hutan mangrove,” beber Hasbulah, legislator dari Dapil Lombok Barat–Lombok Utara.

Dinas PUPR NTB pun tak tinggal diam. Mereka telah mengirimkan surat resmi ke PT GWP agar menghentikan seluruh aktivitas karena belum mengantongi izin reklamasi. Sementara BPN NTB mengaku belum bisa memastikan status kepemilikan tanah yang digunakan apakah sudah bersertifikat hak milik (SHM) atau masih zona konservasi.

Baca Juga :  Warga Dompu Hilang Saat Selamatkan Sapi, Ditemukan Tewas Dipesisir Pantai 

Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim, menegaskan bahwa lembaganya tak akan tinggal diam.

“Kami akan turun langsung ke lapangan. Audit akan dijadwalkan. Kalau memang terbukti melanggar, harus ada tindakan hukum. Ini soal masa depan NTB dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Aktivis Opan menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang terdampak reklamasi ilegal,turut memperkuat suara rakyat. Ia membeberkan fakta mencengangkan dugaan reklamasi tak hanya terjadi di satu titik.

“Ada 21 titik dugaan reklamasi di kawasan Sekotong. Yang dilaporkan ke DPRD baru satu. Ini baru permukaan gunung es,” ujar Opan lantang.

Menurutnya, DLHK NTB sendiri mengakui adanya puluhan titik reklamasi tak berizin di wilayah tersebut. Ia pun menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk menghalangi investasi, tetapi mendorong investasi yang taat hukum dan berpihak pada lingkungan serta masyarakat.

“Kami hanya ingin investasi yang sehat, bukan yang merampas hak rakyat dan menghancurkan alam,” pungkas Opan.

Berita Terkait

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, DPMPTSP Dorong Ekonomi Tak Lagi Bergantung Tambang
Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 - 14:14 WIB

DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September

Sabtu, 12 September 2026 - 17:34 WIB

Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB