Ketua DPRD Isvie Rupaeda: Kebangkitan Nasional Jangan Berhenti Jadi Seremoni, NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan hingga Krisis Moral

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda saat menyampaikan refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan menyerukan pentingnya membangun generasi muda NTB yang kuat, berkarakter, dan berdaya saing.

Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda saat menyampaikan refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan menyerukan pentingnya membangun generasi muda NTB yang kuat, berkarakter, dan berdaya saing.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Ketua DPRD Provinsi NTB Baiq Isvie Rupaeda menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan setiap 20 Mei, melainkan momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga masa depan generasi Bangsa.

Dalam refleksinya memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Isvie menyampaikan bahwa kebangkitan sebuah bangsa selalu dimulai dari cara berpikir dan kesadaran masyarakatnya untuk menentukan arah masa depan.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan yang hadir setiap 20 Mei. Ia adalah pengingat bahwa bangsa ini pernah dibangunkan oleh kesadaran, digerakkan oleh keberanian, dan dibesarkan oleh orang-orang yang tidak rela masa depan bangsanya hanya ditentukan oleh keadaan,” tegasnya, Rabu (20/5/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

Menurutnya, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,’ memiliki relevansi kuat bagi daerah seperti NTB yang tengah menghadapi tantangan pembangunan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Ia menilai menjaga tunas bangsa tidak hanya soal melindungi anak-anak dan generasi muda dari ancaman fisik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan ilmu pengetahuan, karakter, akhlak, keterampilan, serta rasa percaya diri menghadapi masa depan.

Baca Juga :  Gubernur NTB Serukan Persatuan Pasca Kantor DPRD NTB Dibakar, Mapolda Diserang: NTB Rumah Kita, Mari Kita Jaga Bersama

“Mereka tidak boleh tumbuh dalam kemiskinan cita-cita. Tidak boleh dibesarkan dalam rasa takut menghadapi masa depan. Tidak boleh dibiarkan menjadi generasi yang hanya menunggu, hanya mengeluh, atau hanya menjadi penonton perubahan,” ujarnya.

Isvie juga menyoroti pentingnya membangun generasi NTB yang mandiri, kreatif, dan berani mengambil peran dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, pertanian, UMKM, hingga teknologi digital.

Menurutnya, kebangkitan nasional di era sekarang bukan lagi sekadar bangkit dari penjajahan, tetapi bangkit dari kemiskinan, pengangguran, rendahnya literasi, ancaman narkoba, judi online, hingga disinformasi digital yang merusak karakter generasi muda.

“Karena itu, kebangkitan NTB harus nyata. Bukan hanya menjadi slogan. Bukan hanya menjadi seremoni. Bukan hanya menjadi pidato yang selesai setelah tepuk tangan,” katanya.

Ketua DPRD NTB itu menegaskan bahwa kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui kekuatan pertahanan, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia, ekonomi yang kuat, budaya yang hidup, dan generasi muda yang memiliki jati diri.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha untuk mengambil peran bersama dalam membangun masa depan NTB.

Baca Juga :  100 Hari Iqbal-Dinda Dapat Nilai Plus, tapi Aji Maman DPRD NTB Ingatkan: DAK Jangan Jadi Bom Waktu!

“Kita tidak boleh membiarkan generasi NTB tumbuh dengan mimpi yang kecil. Dari tanah NTB harus lahir pemimpin besar, pengusaha besar, ulama besar, ilmuwan besar, inovator besar, seniman besar, petani hebat, nelayan tangguh, atlet berprestasi, kreator digital, dan anak-anak muda yang mengharumkan bangsa,” tegasnya.

Isvie juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang digital agar tidak merusak pola pikir generasi muda. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mewariskan pesimisme, budaya instan, maupun kebiasaan saling menjatuhkan kepada anak-anak muda NTB.

“Hari Kebangkitan Nasional harus kita turunkan dari seremoni menjadi gerakan. Dari peringatan menjadi tindakan. Dari slogan menjadi kebijakan. Dari ucapan menjadi kerja nyata,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Isvie menegaskan keyakinannya bahwa masa depan NTB hanya dapat dibangun melalui kesadaran bersama dan semangat kolektif seluruh masyarakat.

“Indonesia yang kuat hanya mungkin lahir dari daerah-daerah yang kuat. Dan NTB harus menjadi salah satu kekuatan terbaik bagi Indonesia. Dari NTB, kita rawat Indonesia. Dari NTB, kita bangkit bersama,” tutupnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?
39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien
3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara
Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya
Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan
Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT
Gubernur NTB Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, TPP: Tidak Memenuhi Syarat
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:55 WIB

39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru