HPMW Mataram Geruduk DLHK NTB, Desak Penertiban Tambak Udang Diduga Ilegal di Wera

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Wera (HPMW) Mataram menyampaikan aspirasi di depan Kantor DLHK Provinsi NTB terkait dugaan pelanggaran lingkungan oleh tambak udang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Wera (HPMW) Mataram menyampaikan aspirasi di depan Kantor DLHK Provinsi NTB terkait dugaan pelanggaran lingkungan oleh tambak udang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

SUMBAWAPOST.com | Mataram-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Wera (HPMW) Mataram menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Jalan Majapahit, Kota Mataram, Rabu (3/6/2026).

Aksi yang mengangkat isu lingkungan dan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel gabungan Polresta Mataram dan Polsek Mataram guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., selaku Perwira Pengawas Wilayah (Pamwaswil), mengatakan pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Kami menyiagakan personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi dari rekan-rekan mahasiswa. Fokus utama kami adalah memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.30 WITA itu diikuti sekitar 15 orang massa di bawah koordinasi M. Ikhsan selaku koordinator umum. Dalam aksinya, mahasiswa membawa pengeras suara, selebaran, dan berbagai pamflet berisi tuntutan terkait persoalan lingkungan yang terjadi di Kecamatan Wera.

Baca Juga :  DPRD NTB Naik Kasta: Mobil Setara Gubernur, Rumah Dinas Cuma 3 Km dari Kantor, Biar Nggak Capek Jalan

Selain menyoroti keberadaan sejumlah tambak udang yang diduga beroperasi tanpa memenuhi ketentuan perizinan, massa aksi juga meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan lintas Wera-Ambalawi yang dinilai membutuhkan perbaikan.

Dalam aksi tersebut, DLHK NTB menerima perwakilan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Kepala DLHK Provinsi NTB H. Didik, Kabid Gakkum Hakim, serta staf penegakan hukum lingkungan.

Dalam forum audiensi tersebut, mahasiswa mendesak DLHK NTB agar segera melakukan penindakan terhadap perusahaan tambak udang yang diduga belum memenuhi persyaratan perizinan dan persetujuan lingkungan.

Mereka juga meminta pemerintah memberikan sanksi administratif apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.

Baca Juga :  Pria Ini Ditangkap Saat Curi Helm di Kampus Unram, Modusnya Pura-pura Jadi Mahasiswa

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak DLHK Provinsi NTB menyatakan komitmennya untuk melakukan verifikasi ulang terhadap aktivitas tambak udang yang menjadi sorotan mahasiswa.

Pemeriksaan lapangan dijadwalkan akan dilakukan pada tahun anggaran 2026 guna memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai ketentuan dan regulasi lingkungan yang berlaku.

“DLHK menyampaikan akan melakukan verifikasi dan pemeriksaan di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap salah satu perwakilan instansi dalam dialog tersebut.

Proses audiensi berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait perlindungan lingkungan dan pembangunan infrastruktur, sementara pihak pemerintah memberikan ruang dialog untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan.

Setelah seluruh tuntutan disampaikan dan dialog selesai dilaksanakan, massa aksi membubarkan diri.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga massa membubarkan diri,” tutup AKP Amrozi Hamidi.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa
Perjuangan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa: Antara Tuntutan Keadilan dan Ketakutan Elite Kehilangan Kendali atas Kekuasaan
Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar
393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:28 WIB

Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa

Berita Terbaru