SUMBAWAPOST.com | Sumbawa- Peluang investasi dan kerja sama internasional untuk Kabupaten Sumbawa kembali terbuka lebar. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Kazakhstan untuk Indonesia, H.E. Serzhan Abdykarimov, beserta rombongan di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, Rabu (3/6/2026).
Kunjungan diplomatik tersebut dilanjutkan dengan pertemuan di Ruang Rapat Lantai I H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, yang turut dihadiri Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam pertemuan itu, berbagai peluang kerja sama strategis dibahas, mulai dari sektor peternakan, pertanian, perikanan, industri, hingga pengembangan teknologi yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan bersama.
Mengawali sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kunjungan langsung Duta Besar Kazakhstan ke Kabupaten Sumbawa.
“Suatu kehormatan besar bagi kami, Kabupaten Sumbawa dikunjungi langsung oleh Duta Besar, melewati berbagai kabupaten/kota lain di Indonesia,” ujar Bupati Jarot.
Bupati kemudian memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Selain memiliki sumber daya tambang tembaga yang saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan direncanakan memasuki fase konstruksi eksploitasi pada tahun 2027, Sumbawa juga dikenal sebagai wilayah terluas di Provinsi NTB dengan potensi besar di sektor peternakan, pertanian, perikanan, dan garam.
“Kita sudah siapkan lahan sekitar 16.000 hektare untuk industri garam nasional. Sesuai kebijakan Presiden Prabowo, tahun 2027 impor garam 70% akan distop. Sumbawa bersama Madura akan jadi lokasi utama produksi garam nasional,” jelas Bupati.
Tak hanya itu, Bupati Jarot juga menawarkan potensi khas daerah yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Sumbawa, yakni susu kuda liar.
“Kita ingin kerjasama untuk meningkatkan nilai tambah kuda Sumbawa, bukan hanya daging tapi susunya. Susu kuda liar Sumbawa punya khasiat luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Bupati, potensi ekonomi susu kuda liar masih sangat besar karena memiliki pasar yang luas namun belum didukung hilirisasi dan pengembangan teknologi yang memadai.
“Kalau ada nilai tambah dari susu, peternak pasti semangat lagi pelihara kuda,” tegasnya.
Selain susu kuda liar, Bupati juga memperkenalkan potensi susu kerbau serta program Sumbawa Hijau Lestari yang menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan sekaligus mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan.
“Kami siap bekerjasama di bidang peternakan, pertanian, industri, atau bidang lain. Mudah-mudahan kunjungan ini ditindaklanjuti dengan MoU, mulai dari budidaya hingga industrialisasi hasil ternak, baik daging maupun susu,” tutupnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Kazakhstan untuk Indonesia, H.E. Serzhan Abdykarimov, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Sumbawa selama kunjungan kerja tersebut.
Dalam sambutannya, Dubes Serzhan mengungkapkan bahwa pada 2 Juni 2026, Indonesia dan Kazakhstan memperingati 33 tahun hubungan diplomatik yang selama ini terjalin dengan baik.
“Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki posisi strategis untuk memperkuat kerja sama dengan Kazakhstan di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini tengah dijajaki kerja sama sister province antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Karaganda di Kazakhstan. Menurutnya, Karaganda memiliki potensi yang cukup mirip dengan Sumbawa, terutama di sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.
“Kesamaan karakteristik tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam pengembangan ekonomi daerah, pertukaran teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ucap Dubes Serzhan.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan, tidak hanya di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga melalui kerja sama antardaerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan sektor unggulan Kabupaten Sumbawa.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan, tidak hanya di tingkat pemerintah pusat tetapi juga antar daerah,” tutupnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










