SUMBAWAPOST.com, Mataram- Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (SEMMI NTB) ungkap hingga saat ini tiga oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima dan 33 oknum anggota Kepolisian jajaran Polda NTB, serta 3 orang oknum Wartawan di Bima sudah dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba di Nusa Tenggara Barat.
“Semuanya sudah kita laporkan ke pihak Apaparat Penegak Hukum. Pertama 10 orang oknum kepolisian kita laporkan ke Propam Polda NTB. Tahap ke dua 20 orang oknum saya laporkan ke Mabes Polri dan hari ini 3 orang oknum saya kembali laporkan ke Propam Polda NTB sehingga totalnya 33 orang Oknum anggota Kepolisian Jajaran Polda NTB, serta 3 orang Oknum Anggota DPRD Bima dan 3 orang oknum wartawan,”kata Uswatun Hasanah Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (SEMMI NTB). Kepada media ini, Jum’at (31/01/2025).
Perempuan yang dikenal Badai NTB berharap agar Kapolda NTB tindak tegas dan atensi khusus laporan yang sudah diajukan.
“Saya minta orang-orang yang saya laporkan tersebut bisa jadi perhatian khusus. Saya minta dengan hormat bapak Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan bisa menunjukkan taringnya lewat kasus Narkoba yang lagi marak terjadi di NTB khususnya di Bima-Dompu,”ungkapnya.
Narkoba Ancaman Serius Bagi Generasi Muda
Badai NTB menjelaskan, bahaya Narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang adalah zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental.
“Penggunaan narkoba tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan penggunanya, terutama bagi generasi muda,”tukasnya.
Dampak Kesehatan yang Menghancurkan
Sejumlah literasi yang pernah saya baca, Badai NTB menjelaskan, bahwa penggunaan narkoba membawa dampak yang sangat merugikan bagi kesehatan. Beberapa jenis narkoba dapat menyebabkan kerusakan pada otak, hati, paru-paru, dan organ vital lainnya.
“Narkoba juga dapat mempengaruhi sistem saraf dalam diri manusia, yang dapat mengakibatkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi. Efek jangka panjangnya bisa permanen dan sulit diobati,”terangnya.
Selain itu, penyalahgunaan narkoba sering kali berujung pada overdosis, yang bisa berakibat fatal. “Setiap tahun, mungkin bisa ribuan orang meninggal dunia karena overdosis narkoba, dan jumlah ini terus meningkat. Kehidupan yang produktif dan masa depan cerah bisa hancur seketika karena narkoba. Sungguh sangat mengerikan akibat narkoba,”bebernya.
Sambung Badai NTB, terhadap dampak Sosial, Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga membawa dampak negatif bagi kehidupan sosial penggunanya.
“Hubungan dengan keluarga dan teman juga akan terganggu, bahkan bisa menyebabkan isolasi sosial,”sebutnya.
Penggunaan narkoba juga sering kali membuat seseorang terlibat dalam kegiatan ilegal seperti pencurian, perampokan, ikut terlibat dalam perdagangan narkoba, yang pada akhirnya bisa mengarah pada masalah hukum yang serius lainnya.
“Kehidupan yang seharusnya penuh dengan potensi dan harapan berubah menjadi masa depan yang suram,”kata Badai NTB lulusan Kampus ternama di Bali ini, yang kini lewat akun Facebook Badaintb viral karena aksi yang secara terang-terangan memajang foto dan nama-nama pengedar dan bandar di Bima-Dompu.
Narkoba Jadi Ancaman Serius dan Butuh Tindakan Kolektif
Badai NTB juga menegaskan, Narkoba adalah ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda.
“Berantas narkoba tidaklah mudah, butuh kesadaran kolektif akan bahaya narkoba,”terangnya.
Selain itu, peranan Kampus, dukungan dari mahasiswa, Organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan tokoh Agama, masyarakat dan sebagainya, kata Badai NTB itu sangat dibutuhkan.
“Dengan menjauhkan diri dari narkoba, sehingga, siswa, mahasiswa, pemuda dapat menjaga kesehatan dari narkoba, bisa mengembangkan potensi diri, dan meraih masa depan yang lebih cerah tanpa narkoba, dan akhirnya kemajuan khususnya daerah Bumi Gora bisa kita capai bersama tanpa narkoba,”pesannya.









