Dapat Rumah Tapi Warga Masih Miskin, Gubernur NTB: Ujung-ujungnya Kita Harus Intervensi Lagi

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, memaparkan konsep pembangunan perumahan transformatif dalam rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang digelar di Kantor Bank NTB Syariah, Minggu (8/6). Forum tersebut turut dihadiri oleh para bupati, wali kota, serta kepala dinas perumahan se-NTB.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menguji coba model perbaikan rumah berbasis transformasi sosial di Desa Ungge, Lombok Tengah, sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di NTB.

Ia menegaskan bahwa konsep pembangunan transformatif tidak hanya berfokus pada aspek fisik rumah, sebagaimana pendekatan umum yang dilakukan oleh dinas perumahan. Lebih dari itu, pendekatan ini melibatkan berbagai sektor guna melihat persoalan kemiskinan ekstrem secara komprehensif.

Baca Juga :  Kapolda Hadi Gunawan Gagas Koperasi Tambang Rakyat: Dari Putra Daerah untuk NTB, Lawan Kemiskinan Bukan Politik

Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial turut dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan. Fokus diberikan pada penataan ruang, sanitasi, akses air bersih, hingga penciptaan ruang sosial yang ramah anak dan mendukung pertumbuhan masyarakat.

Menurut Gubernur, memperbaiki rumah saja tidak cukup. Ia mencontohkan bahwa tanpa transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi, warga yang telah menerima bantuan justru berisiko kembali jatuh ke dalam kemiskinan karena terpaksa menjual aset produktif untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ujung-ujungnya kita harus intervensi lagi karena masuk dalam jurang kemiskinan,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mengidentifikasi potensi ekonomi warga agar mereka dapat hidup mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan.

Baca Juga :  NTB Siapkan 37 Dapur Umum untuk Program Makan Bergizi Gratis

Gubernur juga menyampaikan bahwa penanganan isu perumahan dan permukiman bersifat lintas sektoral. Menurutnya, tugas utama kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota adalah merajut dan mengintegrasikan berbagai sumber daya yang tersebar di berbagai sektor dan tingkatan pemerintahan.

Ia pun mengajak para bupati dan wali kota untuk melihat persoalan kemiskinan ekstrem secara lebih menyeluruh, dengan tujuan tak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

“PR paling penting kita adalah menyelesaikan usulan agar cepat sampai ke Kementerian Perumahan, saya harap balai perumahan untuk memberikan asistensi sehingga proposal betul-betul sesuai dengan keinginan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Timsel KPID NTB Umumkan 16 Peserta Lulus Uji Kompetensi dan 5 Petahana ke Fit and Proper Test, Ini Namanya
NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1
Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat
Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:57 WIB

Timsel KPID NTB Umumkan 16 Peserta Lulus Uji Kompetensi dan 5 Petahana ke Fit and Proper Test, Ini Namanya

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Berita Terbaru