Gubernur dan DPRD NTB Buktikan Kepedulian: Rp1 Miliar Lebih di APBD-P untuk Banjir Wera-Ambalawi Bima

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyat kembali dibuktikan. Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama DPRD NTB bergerak cepat merespons dampak banjir bandang yang melanda Wera-Ambalawi, Kabupaten Bima, Februari lalu. Melalui APBD Perubahan 2025, lebih dari Rp1 miliar lebih dialokasikan khusus untuk memperbaiki infrastruktur pertanian dan fasilitas publik yang rusak, sebagai bentuk komitmen bersama memulihkan kehidupan petani dan masyarakat terdampak.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Nasib para petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak banjir bandang di wilayah Wera-Ambalawi pada Februari 2025 lalu, akhirnya mendapat perhatian serius dari Gubernur NTB bersama DPRD Provinsi NTB.

Pemerintah daerah resmi mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar dalam APBD Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.

Anggota DPRD NTB Dapil VI, Muhammad Aminurlah, mengungkapkan bahwa dana tersebut difokuskan untuk membantu petani yang kehilangan akses irigasi karena rusaknya infrastruktur pertanian, seperti bendung dan saluran air.

Baca Juga :  NTB Ekspor Vanili 6 Miliar ke Amerika dan Mutiara Laut Tujuan Australia Senilai 11 Miliar

“Kita kasihan nasib petani. Bagaimana bisa ke depannya mereka menanam lagi. Serta normalisasi sungai dan bronjongnisasi,” kata politisi PAN itu saat diwawancarai wartawan di Mataram, Jumat (24/10).

Aminurlah menjelaskan, perbaikan tahap awal ini menjadi prioritas utama agar petani dapat segera kembali beraktivitas.

“Sekarang di APBD Perubahan sudah masuk. Anggarannya sekitar Rp1 miliar lebih,” jelasnya.

Menurutnya, baik DPRD maupun Gubernur NTB memiliki komitmen yang sama untuk memulihkan kondisi pasca-banjir, terutama pada sektor pertanian yang menjadi sumber utama ekonomi masyarakat.

“DPRD dan Gubernur memberikan perhatian untuk petani yang terdampak banjir. Insyaallah di APBD Murni 2026 akan diperbaiki DAM yang rusak akibat bencana banjir,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bima tiga periode ini.

Ia menambahkan, bantuan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak secara umum.

“Ini untuk membantu masyarakat kita petani dan perkampungan warga yang mengalami banjir kemarin,” papar politisi PAN tersebut.

Baca Juga :  Tak Mau Tertinggal, Pemprov NTB Gandeng DPD RI Dorong Jalan Waduruka-Sarae Ruma Bima Masuk IJD

Berdasarkan data pemerintah daerah, di Kecamatan Ambalawi terdapat 170 Kepala Keluarga (KK) atau 253 jiwa yang terdampak langsung. Sementara di Kecamatan Wera, terdapat 79 KK dengan 218 jiwa yang mengalami nasib serupa.

Tragedi tersebut juga menelan korban jiwa tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.

Sebanyak tiga Kepala Keluarga (12 jiwa) kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka tidak lagi layak huni. Total kerusakan fisik di dua kecamatan meliputi:

1. Ambalawi: 15 rumah rusak berat dan 79 unit rusak ringan.

2. Wera: 13 rumah rusak berat dan 181 unit rusak ringan.

Selain permukiman warga, fasilitas publik dan pertanian ikut hancur. Banjir merusak sembilan jembatan secara total dan dua lainnya mengalami kerusakan ringan. Pada sektor pengairan, tujuh bendung rusak berat dan 400 meter saluran irigasi jebol, membuat aktivitas pertanian warga lumpuh total.

 

Berita Terkait

Komisi V DPRD NTB Berguru ke Bali Soal Tata Kelola Pendidikan, Sumbangan atau Pungutan
Status Politik Musyafirin Disorot, Dekan FHISIP Unram: Kader Aktif Partai Tak Boleh Jadi Komisaris
Jelang MotoGP, Wagub NTB Umi Dinda Dorong UMKM Perempuan Kuasai Digital Marketing
Rp83,39 Miliar untuk Jalan Batu Dulang-Tepal, Iqbal: Lombok dan Sumbawa Harus Tumbuh Bersama
Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya
MotoGP Mandalika Tak Boleh Cuma Ramai Saat Balapan, Wagub NTB Dorong Ekonomi Bergerak Sepanjang Tahun
HMI Cabang Dompu Desak Distanbun Buka Data Penerima Alsintan, Soroti Kelompok Tani Fiktif
Musyafirin Tolak Mundur dari PDIP, Tetap Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, Rachmat Hidayat Pastikan Dipecat
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Komisi V DPRD NTB Berguru ke Bali Soal Tata Kelola Pendidikan, Sumbangan atau Pungutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Status Politik Musyafirin Disorot, Dekan FHISIP Unram: Kader Aktif Partai Tak Boleh Jadi Komisaris

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Jelang MotoGP, Wagub NTB Umi Dinda Dorong UMKM Perempuan Kuasai Digital Marketing

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Rp83,39 Miliar untuk Jalan Batu Dulang-Tepal, Iqbal: Lombok dan Sumbawa Harus Tumbuh Bersama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya

Berita Terbaru