Jangan Jual Kedaulatan! Rakyat NTB Siap Turun Jalan, Tolak Relaksasi Ekspor untuk AMNT

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Gelombang kemarahan atas rencana relaksasi izin ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) makin membara. Kali ini, Konsorsium Aktivis NTB tampil garang menentang keras kebijakan yang dinilai mencederai semangat hilirisasi dan mengancam kedaulatan ekonomi bangsa.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Konsorsium Aktivis NTB, Fidar Khairul Diaz, menyebut relaksasi ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap agenda besar Presiden Jokowi dalam membangun industri pemurnian nasional.

“Relaksasi ini bukan solusi, tapi sabotase terhadap masa depan industri kita. Jangan karena kepentingan segelintir elit tambang, rakyat harus menanggung kemunduran kebijakan negara,” tegas Fidar, dalam keterangan yang diterima media ini, Sabtu (12/7).

Fidar menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan lemah menghadapi lobi-lobi tambang raksasa. Menurutnya, PT Amman Mineral sudah diberikan konsesi besar, namun hingga kini belum mampu menyelesaikan smelter sebagaimana amanat Undang-Undang.

Baca Juga :  Jelang Masa Kampanye Pilkada 2024, KPU NTB Bimtek Jajaran KPU Kabupaten Kota

“Kalau belum sanggup bangun smelter, jangan minta kelonggaran. Cabut saja izin ekspornya. Negara ini bukan milik oligarki tambang,” katanya.

Konsorsium tak hanya berteriak dari balik meja. Mereka sedang menyiapkan gelombang perlawanan rakyat jika suara mereka terus diabaikan. Tak tanggung-tanggung, aksi unjuk rasa akbar di Mataram dan Jakarta siap digelar.

“Ini bukan soal politik, ini soal harga diri bangsa. Kalau pemerintah tetap bungkam, kami akan turun ke jalan, mengepung pusat kekuasaan demi selamatkan sumber daya alam Indonesia,” ancam Fidar.

Baca Juga :  Bus Karyawan PT AMNT Terguling di Sumbawa: 2 Tewas, Belasan Luka-Luka

Dalam pernyataannya, Konsorsium Aktivis NTB juga mendesak:

1. Tolak total relaksasi ekspor konsentrat PT Amman Mineral.

2. Audit menyeluruh proyek smelter Amman di Sumbawa Barat.

3. Tegakkan sanksi administratif bagi perusahaan tambang nakal.

4. Transparansi total kebijakan ekspor mineral nasional.

Menurut Fidar, jika kelonggaran terus diberikan, maka hilirisasi hanya tinggal jargon, dan kedaulatan ekonomi tinggal cerita kosong.

“Investor jangan dibiarkan merasa kebal aturan. Kita bukan negeri jajahan tambang asing,” tukasnya.

Hingga berita ini tayang, pihak PT Amman Mineral belum memberikan tanggapan resmi atas penolakan dan kecaman keras dari Konsorsium Aktivis NTB.

Berita Terkait

Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah
Pemprov NTB Turun Tangan ke Pulau Bungin, 500 Nelayan Difasilitasi 2026, 5.000 pada 2027
Pulau Bungin Jadi Pilot Project NTB, Legalitas Usaha hingga Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Dibidik
Gubernur NTB Bongkar Masalah Tambak Udang di Sumbawa
Taliwang Sabet Juara Umum MTQ XXII KSB, Brang Ene Ditunjuk Jadi Tuan Rumah 2027
Unram Diharapkan Jadi Rumah Penyelesaian Masalah NTB, Bukan Sekadar Penghasil Lulusan
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Etalase UMKM NTB, Sinta M. Iqbal Tekankan Kualitas dan Pelayanan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Pemprov NTB Turun Tangan ke Pulau Bungin, 500 Nelayan Difasilitasi 2026, 5.000 pada 2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Pulau Bungin Jadi Pilot Project NTB, Legalitas Usaha hingga Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Dibidik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Gubernur NTB Bongkar Masalah Tambak Udang di Sumbawa

Berita Terbaru

Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal Saat Meninjau Tambak Undang di Wilayah Pulau Kaung, Kabupaten Sumbawa, dan Menyoroti Kondisi IPAL Serta Kendala Perizinan.

Pemerintahan

Gubernur NTB Bongkar Masalah Tambak Udang di Sumbawa

Sabtu, 3 Okt 2026 - 15:24 WIB