Satu Kalimat Bisa Rugikan Negara, Gubernur NTB Iqbal Bongkar Bahaya ‘Angle’ Media di Panggung HPN 2026

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan sambutan pada puncak peringatan HPN 2026 yang digelar PWI NTB di Mataram.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan sambutan pada puncak peringatan HPN 2026 yang digelar PWI NTB di Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Peringatan keras soal dahsyatnya dampak pemberitaan media menggema dalam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di hadapan insan pers, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, satu kalimat dalam berita bisa berujung pada konsekuensi besar, bahkan merugikan negara.

Momentum itu terjadi dalam rangkaian acara yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB di Sekretariat PWI NTB, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Halal Bihalal, Bincang Talkshow, dan Bincang Wartawan, sekaligus menjadi panggung strategis memperkuat sinergi antara media dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Mengusung tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Menuju NTB Makmur Mendunia’, acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, didampingi Sekda NTB, anggota DPRD NTB, jajaran kepala OPD, hingga mitra strategis BUMN dan BUMD.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pers yang sehat sebagai pilar pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyediakan sekretariat bagi PWI sejak Januari lalu.

“Hari ini adalah puncak peringatan HPN 2026. Tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Menuju NTB Makmur Mendunia’ adalah bentuk komitmen kami. Pers yang sehat artinya pers yang merdeka, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi kode etik,” ujar Ikliluddin.

Baca Juga :  Fahrul Mustofa Serukan Perubahan: PMI Lobar Harus Jadi Organisasi Tangguh untuk Kemanusiaan

Menurutnya, ketika ekosistem pers terganggu oleh disinformasi dan polarisasi, dampaknya tidak hanya pada kualitas informasi publik, tetapi juga merembet pada kepercayaan investor dan stabilitas pembangunan ekonomi. Ia juga meminta Gubernur NTB berkenan menandatangani prasasti sekretariat sebagai simbol sinergi yang terus terjaga.

Sorotan utama datang dari Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal, secara tegas mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan sudut pandang (angle) pemberitaan. Ia mengungkap pengalaman saat bertugas di luar negeri, di mana kesalahan angle media berdampak pada kerugian biaya negosiasi yang sangat besar bagi negara.

“Satu kalimat yang keluar dari media itu memiliki konsekuensi besar. Pemilihan angle sangat berpengaruh terhadap upaya kita mengedukasi publik. Kita harus memiliki musuh bersama yang jelas, yaitu kemiskinan dan kebodohan,” tegas Gubernur.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga aktor penting dalam membentuk persepsi publik dan arah kebijakan.

Baca Juga :  Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyinggung pentingnya membangun citra pemerintah sebagai institusi, bukan bertumpu pada figur semata. Ia meminta media turut mengedepankan kerja kolektif pemerintah daerah.

“Saya ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah provinsi secara utuh. Birokrasi yang baik adalah birokrasi yang terinstitusionalisasi, bukan dipersonalisasi. Saya titip kepada teman-teman media, tunjukkan apa yang dilakukan oleh pemerintah ini untuk rakyat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Gubernur Iqbal berkomitmen membantu fasilitas ‘Berugaq’ di Sekretariat PWI NTB. Ruang ini diharapkan menjadi pusat diskusi yang hidup bagi para jurnalis.

“Jangan sampai kita punya gedung di NTB tanpa Berugaq. Silakan digunakan untuk diskusi, asalkan jangan dipakai untuk ghibah, apalagi mengghibah Gubernur dan Walikota,” kelakarnya yang disambut tawa hadirin.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan pentingnya prinsip tabayun atau klarifikasi dalam setiap pemberitaan, agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan berimbang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dan ramah tamah bersama seluruh keluarga besar wartawan se-Nusa Tenggara Barat (NTB), menandai komitmen bersama membangun pers yang sehat dan berdaya dorong bagi kemajuan daerah.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru