SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN dari Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai Bergerak Membantu Masyarakat terdampak Gempa Bumi berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setelah dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekda NTB, Asisten Setda, Para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Biro, dan Direktur Rumah Sakit Lingkup Pemprov NTB di Halaman BPBD NTB, Tim langsung menempuh perjalanan menuju wilayah terdampak.
Rombongan bergerak melalui jalur darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Labuan Bajo, NTT.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB/Gubernur NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa keberangkatan Tim menjadi bagian dari Gerak Cepat Solidaritas NTB untuk membantu Masyarakat NTT yang terdampak Bencana.
Menurut Ahsanul Khalik, keterbatasan Kapasitas Kapal membuat Proses Penyeberangan Tim dilakukan dalam Dua tahap.
“Karena keterbatasan Kapasitas Kapal, penyeberangan dilakukan dalam Dua tahap. Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 WITA, disusul rombongan kedua pada pukul 23.00 WITA,” ujar Ahsanul Khalik. Dalam keterangan yang diterima media ini. Seni (17/9/2026).
Malam itu, Tim menyeberangi laut dengan membawa Personel, perlengkapan Medis, Kebutuhan Dapur Umum, serta berbagai bantuan Logistik untuk Masyarakat terdampak Gempa.
Pada Selasa pagi, (18/8/2026), seluruh Tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat.
Setelah tiba, pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan langsung dilakukan. Tim kemudian Berkoordinasi untuk membagi tugas bersama Tim Pemprov NTT.
Hasil koordinasi menetapkan Posko utama Tim NTB berada di Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, Tim akan mendirikan Rumah Sakit Lapangan dan Dapur Umum untuk mendukung Pelayanan bagi Masyarakat terdampak serta Warga yang berada di Pengungsian.
Tim Kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju Wilayah terdampak.
“Tim Kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju wilayah terdampak. Tenaga Medis disebar untuk memperkuat Pelayanan di sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas, selain Personel yang disiapkan untuk Rumah Sakit Lapangan di Manggarai Timur,” jelas Ahsanul Khalik.
Selain Tenaga Kesehatan, Tim Dapur Umum juga telah bergerak menuju pusat pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan Masyarakat terdampak.
Sementara itu, tim logistik menurunkan bantuan di Posko Manggarai Barat berupa Air Minum, Beras, Mie instan, dan berbagai kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur.
Seluruh bantuan logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang dikoordinasikan BPBD NTT.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat terdistribusi sesuai kebutuhan, tepat sasaran, sekaligus menghindari penumpukan maupun bantuan ganda di lokasi tertentu.
Ahsanul Khalik menegaskan, perjalanan panjang dari NTB menuju NTT kini memasuki bagian terpenting, yakni bekerja langsung di tengah Masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Laut memang memisahkan pulau-pulau kita, tetapi tidak pernah memisahkan rasa persaudaraan. Ketika NTT terluka, NTB datang membawa satu pesan sederhana yakni saudara tidak pernah dibiarkan menghadapi bencana sendirian,” ungkapnya.
Setibanya di NTT, Tim Solidaritas KR-BNN tidak menunggu waktu untuk bergerak. Koordinasi langsung dilakukan bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, Kalak BPBD Manggarai Barat, dan Kabid PK BPBD NTT.
Di tengah situasi Masyarakat yang terdampak Gempa, koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan bantuan dari NTB dapat disalurkan melalui jalur yang terkoordinasi dan sampai kepada Masyarakat yang membutuhkan.
Atas nama Pemerintah Manggarai Barat, Wakil Bupati menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada Gubernur NTB serta seluruh Masyarakat NTB atas kepedulian dan bantuan Kemanusiaan bagi Saudara-saudara di Flores.
Di halaman Kantor BPBD Manggarai Barat, Tim TRC BPBD NTB kemudian mendirikan Posko Transit NTB.
Posko tersebut menjadi pintu koordinasi sekaligus tempat transit dan pendistribusian logistik yang datang dari NTB maupun berbagai Wilayah lainnya.
Pergerakan Tim Solidaritas NTB ini tidak sekadar membawa bantuan berupa logistik, Tenaga Medis, dan Kebutuhan Dapur Umum. Lebih dari itu, Kehadiran mereka membawa Pesan kuat tentang Persaudaraan Antar-Daerah.
Dari NTB, sebuah tangan diulurkan. Dari Flores, tangan itu disambut. Di tengah bencana, Kemanusiaan kembali menunjukkan bahwa Persaudaraan tidak mengenal Batas Wilayah.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










