SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober mendatang menjadi momentum bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) NTB untuk memperkenalkan Produk Lokal kepada pengunjung dari berbagai Daerah hingga Mancanegara.
Untuk memastikan UMKM mampu tampil optimal dalam Bazar UMKM di Sirkuit Mandalika, Pemerintah Provinsi NTB mematangkan berbagai persiapan melalui Mini Expo UMKM MotoGP 2026 yang dirangkaikan dengan technical meeting di Kantor Gubernur NTB, Jumat (2/10/2026).
Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan pelaku UMKM, terutama menyangkut kebersihan stan, kualitas produk, serta pelayanan kepada konsumen.
Menurut Sinta, kehadiran UMKM dalam ajang MotoGP bukan sekadar kesempatan untuk menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan citra dan produk lokal NTB kepada pasar yang lebih luas.
Ia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya memperhatikan produk yang dijual, tetapi juga memastikan kondisi stan tetap bersih dan rapi. Sebab, tampilan tempat berjualan turut memengaruhi kenyamanan sekaligus keputusan konsumen.
“Ketika saya datang ke sebuah stan, yang saya lihat bukan hanya makanannya, tetapi juga kondisi stan tersebut. Kalau terlihat kotor, ada sampah di bawah, atau peralatannya kurang bersih, tentu itu memengaruhi keinginan saya untuk membeli,” ujarnya.
Selain kebersihan stan, Sinta meminta pelaku UMKM memahami secara menyeluruh produk yang ditawarkan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga informasi yang diberikan kepada konsumen.
Hal tersebut dinilai penting karena pengunjung MotoGP Mandalika tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara yang memiliki kebutuhan maupun batasan tertentu terhadap bahan makanan dan minuman.
Sinta menilai kesempatan tampil dalam perhelatan MotoGP harus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas pengenalan produk lokal sekaligus menjaga citra NTB melalui kualitas produk dan sikap profesional.
“Ini momen yang luar biasa dan harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Saya titip, jaga nama baik NTB agar citra yang sedang kita bangun semakin baik. Kalau ada masukan, mari diterima dengan hati terbuka karena tujuannya untuk kebaikan bersama dan kemajuan NTB,” pesan Sinta.
Dalam technical meeting, perwakilan Politeknik Pariwisata Lombok turut memberikan pembekalan mengenai pelayanan atau hospitality kepada pelaku UMKM.
Pelaku usaha diingatkan menerapkan prinsip 5S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Konsumen juga perlu diberikan ruang untuk memilih produk tanpa merasa mendapatkan tekanan dari penjual.
Pelayanan yang ramah, penampilan penjual yang rapi, serta harga yang wajar menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi konsumen.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung ke Mandalika sekaligus mengenalkan produk UMKM NTB kepada konsumen lainnya.
Aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian dalam persiapan bazar. Pelaku usaha diminta memastikan bahan baku dalam kondisi segar, memeriksa masa kedaluwarsa produk kemasan, menjaga kebersihan dapur dan peralatan, serta memperhatikan penyimpanan makanan.
Kondisi cuaca Mandalika yang panas juga perlu menjadi perhatian agar makanan dan minuman tetap aman serta layak dikonsumsi selama kegiatan berlangsung.
Selain kualitas produk dan pelayanan, peserta bazar juga mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah ketentuan teknis dari pihak ITDC.
Pelaku UMKM didorong menggunakan kemasan ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik. Produk yang dipasarkan juga harus mengikuti ketentuan penyelenggara.
Untuk produk kerajinan, peserta tidak diperkenankan menggunakan logo MotoGP, bentuk sirkuit, maupun identitas MGPA dan ITDC tanpa izin yang diperlukan.
Sementara untuk produk makanan dan minuman, terdapat ketentuan khusus terkait air mineral yang mengikuti kerja sama sponsor. Air mineral yang dijual di area sirkuit harus menggunakan produk Narmada dengan harga jual yang telah ditetapkan sebesar Rp10.000 per botol.
Pelaku UMKM yang membutuhkan LPG untuk kegiatan usaha juga akan mendapatkan dukungan dari Pertamina melalui penyediaan tabung Bright Gas 5,5 kilogram beserta isi awal secara gratis. Untuk pengisian ulang berikutnya dikenakan biaya.
Penyelenggara juga mengingatkan peserta agar mematuhi jadwal bongkar muat, ketentuan kendaraan, penggunaan identitas selama kegiatan, serta pengelolaan sampah di masing-masing stan.
Ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada penertiban hingga dikeluarkan dari kegiatan bazar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian Setda Provinsi NTB Lalu M. Faozal dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB Lalu Wiranata, serta perwakilan Politeknik Pariwisata Lombok, ITDC, MGPA, Pertamina, dan para pelaku UMKM peserta bazar.
Melalui persiapan dan pendampingan tersebut, Bazar UMKM pada MotoGP Mandalika 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang transaksi selama ajang berlangsung.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi produk lokal NTB untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus membangun kepercayaan konsumen melalui kualitas produk dan pelayanan yang baik.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










