Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha Memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha Memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok  Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat menangani kekeringan yang semakin meluas. Status penanganan yang sebelumnya siaga kini dinaikkan menjadi Darurat kekeringan.

Kenaikan status tersebut mendorong pemerintah daerah mempercepat penanganan di sejumlah Wilayah yang terdampak, terutama untuk memastikan ketersediaan Air Bersih dan Air layak Konsumsi bagi Masyarakat.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha meminta Satgas Penanganan Kekeringan segera bekerja dan memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal itu disampaikan Hj. Nurul Adha saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kekeringan di Ruang Rapat Senggigi, Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga :  Bupati Sumbawa Apresiasi Luthfiah Sabrina, Putri Daerah Raih Prestasi Nasional

“Karena status kita dari siaga naik menjadi darurat, ini membolehkan kita bekerja lebih cepat dalam penanganan kekeringan,” tegasnya.

Hj. Nurul Adha menyebutkan, kekeringan telah melanda sejumlah Wilayah di Lombok Barat, di antaranya Wilayah selatan, Batulayar, Gunungsari dan Kuripan.

Kondisi tersebut juga perlu diantisipasi di Kawasan Wisata agar tidak mengganggu pelayanan maupun Aktivitas Pariwisata.

Baca Juga :  Polda NTB Terjunkan 639 Personel Dalam Operasi Zebra Rinjani 2024 Selama 14 Hari

Menurutnya, kekeringan yang berlangsung berkepanjangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan Air, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan Kesehatan dan Kebakaran.

Karena itu, Pemerintah Daerah diminta memastikan kebutuhan sarana dan prasarana penanganan kekeringan segera dipenuhi.

Dalam kondisi darurat, Hj. Nurul Adha menegaskan Pemkab Lombok Barat dapat mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan untuk mempercepat penanganan.

“Kalau tandon yang dibutuhkan, segera beli tandonnya. Kalau selang yang dibutuhkan, segera beli selangnya. Mobil pun segera kita realisasikan,” ujarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu
PKB NTB dan Bawaslu Gelar Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu
Polda NTB Gerebek Dugaan Penimbunan Pertalite Subsidi di Lombok Timur, 1.734 Liter Disita
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Tak Cukup Tumbuhkan Angka, Rakyat Harus Sejahtera
Sekda NTB Tegaskan Aset Daerah Bukan Milik Pribadi, Pemprov Siapkan Rencana Aksi
KPK Beri Peringatan ke Pemprov NTB: Saatnya Berbenah, Bukan Sekadar Rapat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:51 WIB

PKB NTB dan Bawaslu Gelar Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polda NTB Gerebek Dugaan Penimbunan Pertalite Subsidi di Lombok Timur, 1.734 Liter Disita

Berita Terbaru