Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

SUMBAWAPOST.com |™ Bima- Guncangan Gempa Bumi Bermagnitudo M7,7 yang berpusat di Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terasa hingga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 05:58:23 WITA dan menimbulkan dampak pada sejumlah Bangunan di Wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB BPBD Provinsi NTB, episenter gempa berada pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT.

Episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Kepala BPBD NTB Sadimin mengatakan, berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

“Sehubungan dengan terjadinya bencana gempa bumi yang berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur, dengan ini disampaikan laporan update I,” kata Kepala BPBD NTB Sadimin di Mataram, dalam keterangan yang diterima media ini.

Guncangan gempa M7,7 tersebut berdampak pada sejumlah bangunan di wilayah Kota Bima.

BPBD NTB mencatat dua unit rumah terdampak. Satu rumah di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, mengalami rusak sedang, sedangkan satu rumah di Kelurahan Panggi mengalami rusak ringan.

Tak hanya rumah warga, dampak gempa juga terjadi di Gudang Bulog. Bagian dinding gudang mengalami kerusakan hingga menyebabkan sejumlah karung beras berjatuhan.

Baca Juga :  Rumah Hangus Sepulang Kegiatan Partai, PDI Perjuangan Lombok Timur Bersatu Bantu Kader

Kerusakan lainnya dilaporkan terjadi pada bagian plafon Masjid Hotel Mutmainnah.

Dengan demikian, sejumlah titik di Kota Bima yang dilaporkan terdampak meliputi Kelurahan Rabangodu Selatan, Kelurahan Panggi, Gudang Bulog dan Masjid Hotel Mutmainnah.

Dampak Gempa juga tercatat di wilayah Kabupaten Bima. BPBD NTB melaporkan dua unit rumah mengalami rusak ringan. Masing-masing berada di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, dan Desa Lambu, Kecamatan Lambu.

Selain kerusakan bangunan, seorang warga di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, juga mengalami luka ringan.

Korban diketahui bernama Fajar (60). Ia mengalami lecet pada bagian kaki akibat dampak gempa.

Menindaklanjuti dampak gempa, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima, BPBD Kota Bima serta stakeholder terkait.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima diterjunkan untuk melakukan assessment terhadap dampak bencana.

Petugas juga melakukan pelaporan dan diseminasi informasi serta memantau perkembangan dampak gempa bumi di wilayah terdampak.

Penanganan di lapangan melibatkan TRC-PB BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima, TNI/Polri, Tim TGC Desa Sangiang serta aparatur kelurahan dan kecamatan.

Kepala BPBD NTB Sadimin menyampaikan bahwa kondisi Masyarakat NTB, khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima, saat ini aman dan terkendali.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Bima Sukses, Damai dan Aman, Kapolres Bima Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Namun, Proses Pendataan dan Verifikasi verifikasi Lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya Kerusakan Maupun Dampak lain Akibat Gempa.

Dalam laporan BPBD NTB disebutkan, peringatan dini Tsunami yang dipicu oleh Gempa Bumi di wilayah NTT dan berdampak hingga NTB telah dinyatakan berakhir.

Meski demikian, hingga pukul 11.00 WIB, hasil monitoring BMKG masih menunjukkan adanya aktivitas Gempa Bumi susulan atau aftershock.

“Kondisi Masyarakat NTB khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima aman terkendali, sementara pendataan dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa,” demikian laporan BPBD NTB.

BPBD NTB mengimbau Masyarakat agar tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Untuk warga terdampak, kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras dan perlengkapan kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

BPBD NTB bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, pendataan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat serta dampak gempa di wilayah Bima dapat ditangani dengan baik.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut
Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar
Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara
Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya
Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua Lantung Sumbawa, Tiga Pekerja Tewas Tertimbun
Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Minta Maaf kepada Warga dan Wisatawan
Krisis Air Gili Trawangan, Ratusan Tamu Hotel Disebut Check Out Lebih Awal
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:02 WIB

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut

Minggu, 6 September 2026 - 20:13 WIB

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 September 2026 - 19:17 WIB

Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 18:00 WIB

Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya

Berita Terbaru

Tim Kepolisian Saat Melakukan Olah TKP di Lokasi Pertambangan Rakyat Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Hukum & Kriminal

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:13 WIB