SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Kemerdekaan Pers harus berjalan beriringan dengan Profesionalisme dan Tanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI NTB di Mataram, Kamis (10/9/2026) Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah di Jalan Udayana Kota Mataram.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Gubernur NTB mendorong insan pers untuk tetap mengedepankan Fakta, Verifikasi, Ketelitian, serta Kepentingan Publik.
“Jangan sampai Kecepatan mengalahkan Ketelitian. Jangan Sampai Popularitas mengalahkan Kebenaran. Jangan sampai Asumsi mengalahkan Fakta,” pesannya.
Miq Iqbal juga menegaskan pemerintah membuka ruang kritik Seluas-luasnya bagi Insan Pers. Kritik berbasis Data dan disampaikan secara Jujur menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas Pemerintahan dan Demokrasi.
“Pers tidak perlu menjadi corong Pemerintah. Namun, Pers juga tidak harus menjadi Musuh Pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa Uji Kompetensi bukan sekadar menguji Kemampuan Wartawan dalam menulis Berita. Lebih dari itu, UKW menjadi Momentum untuk menguji Tanggungjawab Moral Wartawan dalam menggunakan Kata demi menghadirkan Kebenaran.
“Menjadi Wartawan bukan hanya soal kecepatan Menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan Informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” tegas Ahsanul Khalik.
Ia juga menekankan Pemprov NTB sangat terbuka terhadap kritik media selama kritik tersebut berbasis data dan bertujuan untuk perbaikan Pelayanan Publik.
“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan Pers adalah Dua Pilar yang harus bekerja sama demi Kesejahteraan Masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Pak AK tersebut.
Bagi Pemprov NTB, Pers yang Profesional dan berintegritas merupakan bagian penting dalam memperkuat Demokrasi sekaligus menjaga Kepercayaan Publik.
Kegiatan UKW dan OKK PWI NTB diikuti sekitar 120 Peserta, dengan 54 Wartawan mengikuti UKW pada Jenjang Muda, Jenjang Madya, dan Jenjang Utama.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










