SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk DPR RI dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Program ini dinilai menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh hingga ke level rumah tangga.
Wakil Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menyebut sensus ekonomi sebagai langkah strategis dalam menyediakan data akurat bagi kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah yang dilakukan pemerintah melalui BPS dalam rangka memotret dan memetakan kondisi perekonomian kita hari ini. Potret ekonomi saat ini dan masa yang akan datang sangat ditentukan oleh pelaksanaan sensus ekonomi ini,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (21/6/2026).
Ia juga menyoroti pembahasan revisi Undang-Undang Statistik yang saat ini tengah bergulir di DPR RI, termasuk evaluasi frekuensi pelaksanaan sensus yang selama ini dilakukan setiap 10 tahun.
Dari sisi teknis, Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengapresiasi kesiapan NTB dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia juga menyoroti capaian ekonomi NTB yang dinilai cukup impresif, termasuk sektor pertanian dan pariwisata.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. NTB juga mencatat capaian yang luar biasa, di antaranya produksi padi yang menjadi salah satu yang terbesar ke dua di Indonesia, dengan pertumbuhan mencapai 14,51 persen. Selain itu, NTB semakin dikenal dunia sebagai destinasi sport tourism sejak penyelenggaraan MotoGP,” ujar Sonny.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 memiliki sejumlah pembaruan penting, termasuk perluasan cakupan data hingga sektor pertanian serta metode pendataan langsung ke rumah-rumah warga.
“Kalau sensus ekonomi sebelumnya tidak mencakup sektor pertanian, kali ini sektor tersebut ikut didata. Kami juga akan melakukan pendataan secara door to door ke rumah-rumah, sehingga kami berharap dukungan masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus di lapangan,” katanya.
Ia menyebut terdapat sekitar 658 ribu unit usaha di NTB, mayoritas merupakan usaha mikro dan kecil, sehingga akurasi data menjadi sangat penting.
“Isi data dengan benar, rahasia data pasti terjaga. Kepada para petugas, pastikan tidak ada yang terlewat dan seluruh data yang dikumpulkan akurat. Sensus ekonomi ini memang sangat menantang karena harus menjangkau seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha rumah tangga, namun hasilnya akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pencanangan ini turut dihadiri Sekda NTB Abul Chair, para bupati/wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










