BRIDA NTB Buka Sayembara Riset 2026, Pemprov Siapkan Dana Rp30 Juta per Proposal untuk 15 Inovasi Terbaik

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, memimpin Rapat Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah dalam rangka mematangkan pelaksanaan Sayembara Riset dan Inovasi Peneliti Muda NTB Tahun 2026 di Aula BRIDA NTB.

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, memimpin Rapat Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah dalam rangka mematangkan pelaksanaan Sayembara Riset dan Inovasi Peneliti Muda NTB Tahun 2026 di Aula BRIDA NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan pelaksanaan Sayembara Riset dan Inovasi Peneliti Muda NTB Tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan stimulus pendanaan sebesar Rp30 juta untuk setiap Proposal, dengan total 15 Inovasi terbaik yang akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari APBD.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB yang berlangsung di Aula BRIDA NTB, Kamis (16/7/2026), dipimpin Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi.

Rapat perdana ini menghadirkan Tim Evaluasi yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB. Selain mempercepat pengembangan Riset dan Inovasi agar berdampak nyata bagi Pembangunan Daerah, tim juga bertugas menilai kualitas Proposal sayembara sekaligus memastikan hasil Penelitian Memiliki nilai Terapan, Manfaat Ekonomi, dan mampu menjawab berbagai Persoalan Pembangunan di NTB.

Dalam rapat tersebut, BRIDA juga memetakan seluruh tahapan pelaksanaan sayembara, mulai dari penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), Desain materi Publikasi, Sosialisasi, Pendaftaran secara daring, seleksi Administrasi, Evaluasi Proposal, Presentasi hasil Riset, hingga sidang Dewan Juri.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa arah kebijakan Riset di NTB terus diperkuat agar seluruh hasil penelitian benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat.

“Kita ingin setiap inovasi tidak hanya berhenti pada konsep atau laporan penelitian, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi Masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, pendampingan di lapangan, serta penyusunan policy paper sebagai dasar penguatan NTB menuju Rumah Inovasi Daerah,” ujar Aryadi.

Menurutnya, seluruh penelitian yang didukung pemerintah daerah harus selaras dengan RPJMD dan Roadmap pengembangan ilmu pengetahuan serta Teknologi Provinsi NTB.

Sebagai contoh keberhasilan Riset terapan, Aryadi mengungkapkan pengalaman BRIDA mengembangkan pupuk kompos berbahan baku kotoran sapi dan kelelawar untuk budidaya anggur lokal. Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi Produk bernilai tambah berupa minuman Wine tanpa Alkohol dan Wine berbumbu rempah yang diminati Wisatawan.

Ia menilai Inovasi tersebut membuktikan bahwa hasil riset mampu menciptakan nilai Ekonomi baru sekaligus mendorong pengembangan sektor Pertanian melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Mataram.

Baca Juga :  Kabid SMK Dikbud NTB Hasil Mutasi Awal Tahun Kini di OTT Menjelang Akhir Tahun 2024

Rapat juga dihadiri praktisi, akademisi, serta perwakilan Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dalam forum tersebut, berbagai masukan disampaikan untuk menyempurnakan mekanisme sayembara, mulai dari penyusunan panduan teknis, sistem seleksi substansi, hingga aturan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan Proposal Penelitian.

Perwakilan ULM, Afif Amrullah, turut mengusulkan agar tahapan implementasi hasil Inovasi diperjelas, termasuk penyempurnaan ketentuan mengenai kualifikasi Penelitian muda, jumlah Proposal yang dapat diajukan setiap tahun, hingga kewajiban menghasilkan luaran berupa Inovasi yang diterapkan, publikasi ilmiah, dan rekomendasi kebijakan.

Melalui SOP yang tengah dimatangkan tersebut, Tim Evaluasi akan menyeleksi inovasi terbaik dari para peneliti muda NTB. Fokus penelitian diarahkan pada Tiga Program Prioritas Daerah, yakni Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting, serta pengembangan Sektor Pariwisata, sehingga hasil Riset diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB)

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru