Krisis Air Bersih di Sekotong, BRIDA NTB dan BRIN Siapkan Teknologi Air Laut Jadi Air Layak Minum

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BRIDA NTB dan BRIN Membahas Penerapan Teknologi SWRO Untuk Mengolah Air Laut Menjadi Air Layak Minum di Sekotong, Lombok Barat.

BRIDA NTB dan BRIN Membahas Penerapan Teknologi SWRO Untuk Mengolah Air Laut Menjadi Air Layak Minum di Sekotong, Lombok Barat.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Keterbatasan Air Bersih di Wilayah Pesisir mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki penerapan Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah Air Laut menjadi Air layak Minum dengan Kapasitas yang direncanakan mencapai 120 meter Kubik Per hari.

Rencana penerapan SWRO itu dibahas dalam Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Penyusunan Proposal Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) yang digelar secara Daring, Selasa (11/8/2026).

Bagi NTB sebagai Daerah Kepulauan, rencana tersebut dinilai bukan sekadar Pembangunan Instalasi Pengolahan Air. Teknologi SWRO diharapkan menjadi salah satu Solusi untuk memperkuat Ketahanan Air, sekaligus mendukung Kebutuhan Masyarakat dan Aktivitas Pariwisata di Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil atau Gili.

Kepala Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Ario Betha Juanssilfero, mengatakan Proposal PRIS harus memastikan Teknologi yang dikembangkan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga mampu menjawab Kebutuhan nyata Masyarakat dan dimanfaatkan secara Berkelanjutan.

“Proposal ini bukan hanya harus layak secara Teknologi, tetapi juga harus Benar-benar menjawab kebutuhan Daerah dan memberikan manfaat bagi Masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Sejak Dini, Polda NTB Masuk Sekolahh Sosialisasi Bahaya Narkoba Hingga Judi Online

Dalam rancangan yang dipaparkan Tim BRIN, Air Laut akan melewati sejumlah tahapan Pengolahan. Proses tersebut meliputi Pre-treatment, penyaringan, Reverse Osmosis, hingga Post-treatment sebelum Air disimpan dan Didistribusikan kepada Masyarakat.

Namun, keberhasilan Teknologi tersebut tidak hanya bergantung pada Kemampuan Instalasi menghasilkan Air.

BRIN juga menilai sejumlah aspek lain harus dipersiapkan, mulai dari Pengelolaan, Penerimaan Masyarakat, kemampuan Membayar, Biaya Operasional, hingga Mekanisme Pemeliharaan.

Faktor tersebut dinilai penting agar Instalasi tetap berfungsi dan memberikan Manfaat setelah Proyek berakhir.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikan kebutuhan Teknologi tersebut Memiliki Relevansi Kuat dengan Karakteristik NTB sebagai Provinsi Kepulauan.

Sejumlah Pulau Kecil di Kawasan Sekotong yang juga berkembang sebagai Destinasi Pariwisata masih menghadapi tantangan dalam Penyediaan Air Bersih.

Selama ini, kebutuhan Air di sejumlah Pulau Kecil dipenuhi melalui Distribusi dari Daratan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat Musim Kemarau ketika Kebutuhan Air meningkat seiring Aktivitas Pariwisata.

Menurut Aryadi, penerapan teknologi SWRO berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain memenuhi kebutuhan dasar Masyarakat, Ketersediaan Air bersih juga dapat memperkuat dukungan infrastruktur bagi pengembangan Pariwisata Pesisir. “Jika teknologi ini berhasil dikembangkan di Sekotong, potensinya tidak hanya untuk Masyarakat setempat, tetapi juga dapat mendukung Kebutuhan Kawasan Pariwisata,” jelasnya.

Baca Juga :  Rendah Karbon Didengungkan, DPRD NTB Soroti Pemangkasan SOTK yang Lemahkan Pengawasan Hutan

Dalam diskusi tersebut, BRIN juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan. Berdasarkan pengalaman penerapan Teknologi serupa di sejumlah Lokasi, keberadaan Instalasi belum menjamin Teknologi dapat terus beroperasi apabila tidak didukung Tata Kelola, Operator, Pembiayaan Pemeliharaan, dan Pengawasan yang memadai.

Karena itu, Pemerintah Daerah diharapkan berperan dalam menyiapkan Lokasi, Kelembagaan Pengelolaan, Pengawasan, serta Komitmen Keberlanjutan.

BRIN juga menyiapkan proses transfer Teknologi dan Pengetahuan selama masa Pelaksanaan Proyek. Langkah tersebut bertujuan agar Pengelolaan di Daerah nantinya mampu mengoperasikan Instalasi secara Mandiri.

Sebagai langkah lanjutan, BRIN dan BRIDA NTB akan menyiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang memuat Ruang Lingkup, Lokasi, Tahapan, dan Durasi Kegiatan.

Penentuan lokasi juga akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan Kondisi Lapangan serta kesiapan Pemerintah Daerah.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan kebutuhan Daerah dengan Kapasitas Riset dan Teknologi BRIN.

Jika dapat diwujudkan secara tepat, Pengembangan SWRO di Sekotong diharapkan tidak berhenti sebagai Proyek Teknologi, tetapi dapat menjadi Model penyediaan Air Bersih yang memberikan Manfaat nyata bagi Masyarakat dan mendukung Pariwisata secara Berkelanjutan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB