SUMBAWAPOST.com |™Mataram- Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Periode 2026-2030 mulai diramaikan sejumlah nama. Wacana Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal ikut mencalonkan diri turut menjadi Perhatian menjelang Proses Penutupan Pendaftaran.
Mori Hanafi, yang kembali maju sebagai calon Ketua KONI NTB, angkat bicara mengenai wacana tersebut. Ia menyambut baik apabila ada Kandidat lain yang ingin ikut bertarung dalam Pemilihan, termasuk Lalu Muhamad Iqbal.
Menurut Mori, setiap Putra-Putri terbaik NTB memiliki Hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB. Ia juga menegaskan bahwa Cabang Olahraga (Cabor) memiliki pilihan dalam menentukan dukungan.
Namun, proses Pencalonan tetap harus berjalan sesuai Mekanisme dan Persyaratan yang telah ditentukan.
“Kita senang saja. Semua Anak bangsa, semua Anak-anak Daerah terbaik ingin mencalonkan diri jadi Ketua KONI, tentunya kita menyambut baik,” katanya usai melakukan pendaftaran sebagai Ketua KONI pada Selasa (11/8/2026).
Menurut Mori, seluruh kandidat harus mendapatkan kesempatan yang sama sekaligus mengikuti mekanisme penjaringan dan penyaringan yang telah ditetapkan.
Mori juga menanggapi isu mengenai posisi Gubernur NTB sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) PON 2028 apabila nantinya ikut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB.
Menurutnya, posisi Ketua PB PON dan Ketua KONI memiliki tugas serta kewenangan yang berbeda. KONI, kata Mori, lebih fokus pada Pembinaan Atlet dan Peningkatan Prestasi Olahraga.
“Kalau KONI ini murni hanya mengurus masalah prestasi Atlet. Bagaimana melatih, bagaimana melakukan pembinaan Atlet, bagaimana mereka latihan, dan bagaimana kita atur pada saat tahun 2028 Atlet itu di puncak Performanya,” jelasnya.
Sementara itu, PB PON memiliki cakupan tugas yang lebih luas dalam penyelenggaraan PON. Mulai dari kesiapan Kontingen, Tamu, Keamanan, Kesehatan, Pembukaan dan Penutupan, hingga Transportasi.
“Yang menyiapkan venue, hotel, itu semua PB PON. Kalau KONI, bagaimana menyiapkan atlet-atlet NTB untuk mengikuti PON agar kita bisa meraih lima besar,” katanya.
Jika kembali dipercaya memimpin KONI NTB, Mori memasang target tinggi pada PON 2028. Ia optimistis NTB mampu menembus Lima besar Nasional dalam ajang yang akan digelar di NTB dan NTT tersebut.
Optimisme itu, kata dia, didasarkan pada Pemetaan dan Analisis terhadap kekuatan Olahraga Daerah lain yang telah dilakukan KONI NTB.
“Kita sudah melakukan pemetaan, sudah melakukan analisa lebih mendalam. Kita juga punya Sports intelligence, kita lihat saingan-saingan Kita seperti apa. Kita sudah menyimpulkan bahwa target Lima besar itu bukan target yang muluk-muluk, tetapi target yang pasti bisa kita raih,” ujarnya.
Namun, target tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen olahraga NTB bersatu. Mori menegaskan keberhasilan Prestasi Atlet bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI, tetapi juga Cabang Olahraga (Cabor).
“Yang penting kita bisa bersatu, kita bisa bersama. Saya sudah sampaikan ini juga kepada Cabor-cabor, karena terkait prestasi ini cabor juga punya kewenangan dan tanggung jawab, bukan cuma ada di KONI,” pungkasnya.
Pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030 ditutup pada tanggal 15 Agustus 2026. Proses pendaftaran ini telah dibuka sejak 5 Agustus 2026 di Sekretariat KONI NTB, Jalan Bung Hatta, Mataram
Penulis : SUMBAWAPOST.com










