SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Mori Hanafi Resmi menjadi Pendaftar Pertama Bakal Calon (Bacalon) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Periode 2026-2030. Ia kembali Maju untuk Memimpin Organisasi Olahraga NTB di tengah munculnya wacana Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal ikut Meramaikan Bursa Pencalonan.
Mori mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Ketua KONI NTB pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pendaftaran tersebut sekaligus menegaskan Keseriusannya untuk kembali Memimpin KONI NTB.
Mori menyambut baik apabila terdapat kandidat lain yang ingin maju dalam Pemilihan Ketua KONI NTB, termasuk Lalu Muhammad Iqbal yang disebut-sebut berpotensi maju dengan Dukungan Ketua KONI Pusat.
Menurut Mori, setiap Putra-Putri terbaik NTB memiliki Hak untuk Mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB. Namun, Proses Penjaringan harus tetap memberikan Kesempatan yang sama kepada seluruh Calon yang memenuhi Persyaratan.
“Kita senang saja. Semua Anak Bangsa, semua Anak-anak Daerah terbaik ingin mencalonkan Diri Jadi Ketua KONI, tentunya Kita menyambut baik,” katanya usai melakukan Pendaftaran sebagai Ketua KONI pada Selasa (11/8/2026).
Mori menegaskan KONI merupakan Organisasi besar yang harus dikelola berdasarkan Aturan. Karena itu, setiap Kandidat yang ingin Mencalonkan diri wajib memenuhi Seluruh Persyaratan yang telah ditentukan.
“KONI ini adalah Organisasi besar, bukan Organisasi Main-main. Tidak boleh cuma Gara-gara Saya mau maju, Kemudian Saya Tidak Memenuhi Syarat, kemudian Saya boleh. Itu tidak Boleh,” tegasnya.
Dalam pencalonannya, Mori mengungkapkan telah mendapatkan dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) dan KONI kabupaten/kota.
Ia memperkirakan dukungan yang telah diperoleh berada di kisaran 37 hingga 38 cabor, ditambah sejumlah KONI daerah.
“Kalau dilihat sudah 37-38, ditambah lagi dari KONI Kabupaten/Kota. Contohnya Sumbawa, bahkan terbuka menyatakan dukungan di Media Sumbawa ,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait persyaratan biaya pendaftaran sebesar Rp200 juta, Suhaimi menyebut biaya tersebut telah diserahkan Mori kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Pendaftaran bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 sendiri telah dibuka sejak 5 Agustus 2026 dan akan ditutup pada 15 Agustus 2026.
Dengan menjadi pendaftar pertama, Mori kini resmi masuk dalam tahapan Kontestasi Perebutan Kursi Ketua KONI NTB untuk periode Empat tahun mendatang.
Mori juga menanggapi isu mengenai posisi Gubernur NTB sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) PON 2028 apabila nantinya ikut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB.
Menurutnya, posisi Ketua PB PON dan Ketua KONI memiliki tugas serta Kewenangan yang berbeda. KONI, kata Mori, lebih fokus pada pembinaan Atlet dan peningkatan Prestasi Olahraga.
“Kalau KONI ini murni hanya mengurus masalah Prestasi Atlet. Bagaimana Melatih, bagaimana melakukan Pembinaan Atlet, bagaimana mereka Latihan, dan bagaimana Kita atur pada saat tahun 2028 Atlet itu di puncak Performanya,” jelasnya.
Sementara itu, PB PON memiliki cakupan tugas yang lebih luas dalam penyelenggaraan PON. Mulai dari Kesiapan Kontingen, Tamu, Keamanan, Kesehatan, Pembukaan dan Penutupan, hingga Transportasi.
“Yang menyiapkan Venue, Hotel, itu semua PB PON. Kalau KONI, bagaimana menyiapkan Atlet-atlet NTB untuk mengikuti PON agar kita bisa meraih lima besar,” katanya.
Mori juga memasang target tinggi apabila kembali dipercaya Memimpin KONI NTB. Ia optimistis NTB mampu menembus Posisi Lima besar Nasional pada PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.
Optimisme tersebut, kata dia, didasarkan pada pemetaan dan analisis terhadap kekuatan Olahraga Daerah lain yang telah dilakukan KONI NTB.
“Kita sudah melakukan Pemetaan, sudah melakukan analisa lebih mendalam. Kita juga punya Sports intelligence, kita lihat saingan-saingan kita seperti apa. Kita sudah menyimpulkan bahwa target lima besar itu bukan target yang muluk-muluk, tetapi target yang pasti bisa kita raih,” ujarnya.
Namun, target tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen Olahraga NTB bersatu. Mori menegaskan keberhasilan Prestasi Atlet bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI, tetapi juga Cabang Olahraga (Cabor).
“Yang penting kita bisa bersatu, kita bisa bersama. Saya sudah sampaikan ini juga kepada Cabor-cabor, karena terkait Prestasi ini Cabor juga punya Kewenangan dan Ranggungjawab, bukan cuma ada di KONI,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










