Senator Mirah Midadan Fahmid Dorong PTPN Buka Jalan Ekspor Tembakau dan Kopi NTB ke Pasar Global

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, menggaungkan misi besar dari ruang Senayan yakni membuka jalan bagi tembakau dan kopi NTB menembus pasar global. Dalam rapat bersama jajaran Direksi PTPN, ia menegaskan bahwa hasil bumi NTB bukan sekadar komoditas lokal, melainkan aset strategis yang harus dikelola dengan manajemen modern, intervensi pasar, hingga sertifikasi internasional agar mampu bersaing di kancah dunia.

SUMBAWAPOST.com, Jakarta- Anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan sektor unggulan daerah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Mirah menyuarakan aspirasi terkait potensi besar NTB di sektor perkebunan, khususnya tembakau dan kopi.

Baca Juga :  BIZAM Bakal Jadi ‘Jantung’ Penerbangan Nasional, Senator Mirah Bongkar Rahasia Besar di Baliknya

“Walaupun PTPN saat ini belum memiliki lahan perkebunan di NTB, saya mendorong agar peran serta dan jaringan yang dimiliki PTPN dapat dimaksimalkan. Mulai dari intervensi pasar, manajemen pascapanen tembakau, hingga pelatihan geo-tagging dan penyusunan dokumen due diligence berbasis EUDR untuk kopi,” tegas Mirah dalam forum tersebut.

Menurutnya, langkah itu penting agar petani kopi NTB bisa memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), sebuah persyaratan yang kini menjadi tiket emas untuk menembus pasar Eropa.

Aspirasi tersebut tidak sekadar menjadi catatan, melainkan langsung disambut positif oleh jajaran Direksi PTPN. Beberapa tindak lanjut konkret bahkan mulai dibicarakan, seperti Pengambilan sampel tembakau NTB untuk ditawarkan kepada buyer PTPN melalui kerja sama pemasaran. Dan juga berbagi pengetahuan terkait sertifikasi EUDR, guna memperkuat akses kopi NTB di pasar internasional.

Baca Juga :  Dugaan 13.000 Dolar Per Kepala untuk Loyalitas, Dua Senator NTB Terseret Skandal Ketua DPD RI

Mirah optimistis, sinergi antara PTPN dan masyarakat NTB dapat menjadi tonggak baru dalam pemberdayaan petani lokal.

“Harapan saya, langkah ini bisa menjadi awal dari sinergi nyata antara PTPN dan masyarakat NTB, untuk memperluas peluang produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Gerakan yang digagas Mirah sejalan dengan visinya, yakni Gerakan MIRAH dan Membangun Indonesia Dari Daerah, yang terus mendorong NTB agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sentra komoditas unggulan dunia.

 

Berita Terkait

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional
DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok
Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim
Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan
TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan
BKN Restui Perombakan Besar Birokrasi NTB, Jabatan ASN Berbasis Kompetensi Bukan Kedekatan
Asyik Nongkrong di Lapangan Karijawa, Dua Pemuda Dompu Diamankan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada PWI NTB 2026, Ini Daftar Pemenang Terbaik
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kangkung Lombok Diproyeksikan Jadi Ikon Agrowisata dan Produk Unggulan Berkelas Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:10 WIB

DPKP NTB Gandeng Kemenkum Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Kangkung Lombok

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:47 WIB

Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:54 WIB

Lotim dan KLU Masih Zona Merah Stunting, Wagub NTB dan TP PKK Turun Tangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:41 WIB

TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Aramco di Lombok Utara di Tengah Minimnya Dukungan

Berita Terbaru