Laskar Sasak Turun Massal, Kajati NTB Dianugerahi Gelar Adat Usai Bongkar Korupsi Rp6,7 Miliar Lahan MXGP Samota

Avatar

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Laskar Sasak Lalu Muhamad Ali Sadikin menyerahkan simbol gelar kehormatan adat Djero Pengkrakse Adhyaksa kepada Kepala Kejaksaan Tinggi NTB Wahyudi, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan masyarakat adat terhadap penegakan hukum, di Kantor Kejati NTB, Senin (19/1/2026).

Ketua Umum Laskar Sasak Lalu Muhamad Ali Sadikin menyerahkan simbol gelar kehormatan adat Djero Pengkrakse Adhyaksa kepada Kepala Kejaksaan Tinggi NTB Wahyudi, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan masyarakat adat terhadap penegakan hukum, di Kantor Kejati NTB, Senin (19/1/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Organisasi masyarakat adat Laskar Sasak menganugerahkan gelar kehormatan ‘Djero Pengkrakse Adhyaksa’ kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudi, S.H., M.H. sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja Kejati NTB dalam menegakkan hukum secara tegas dan berkeadilan. Penganugerahan tersebut berlangsung pada Senin (19/01/2026).

Gelar kehormatan itu disampaikan dalam rangkaian aksi konstitusional dan solidaritas yang diikuti ribuan anggota Laskar Sasak. Aksi berlangsung tertib, damai, dan penuh nuansa adat di halaman Kantor Kejati NTB.

Ketua Umum Laskar Sasak, Lalu Muhamad Ali Sadikin, menegaskan bahwa kehadiran massa bukanlah aksi demonstrasi, melainkan bentuk dukungan moral terhadap aparat penegak hukum di NTB. “Kami datang ke Kejati NTB untuk mendukung penegakan hukum,” ujar Ali Sadikin kepada media.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kejati NTB yang dinilai serius, konsisten, dan berani dalam mengusut berbagai dugaan tindak pidana korupsi di wilayah NTB. Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan Kejati NTB menyita dan mengembalikan Rp6,7 miliar ke kas negara dari perkara lahan MXGP Samota.

Baca Juga :  Polisi yang Ungkap Sabu 7,34 Kilogram di Lombok Tengah Dapat Penghargaan 

“Kami mengapresiasi Kejati NTB yang telah berhasil mengusut berbagai dugaan korupsi, termasuk mengembalikan Rp6,7 miliar dari kasus lahan MXGP Samota ke negara,” katanya.

Menurut Ali Sadikin, gelar ‘Djero Pengkrakse Adhyaksa’ merupakan simbol kehormatan adat yang bersumber dari nilai-nilai kedatuan dan puri adat Sasak. Gelar tersebut mengandung makna kepercayaan, penghormatan, serta dukungan penuh masyarakat adat terhadap institusi kejaksaan.

“Gelar ini adalah bentuk kepercayaan dan dukungan masyarakat adat Sasak kepada Kejati NTB agar tetap tegak, berani, dan konsisten dalam menegakkan hukum yang berkeadilan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan tersebut telah melalui proses adat dengan melibatkan para tetua dan pemangku adat Sasak.

Baca Juga :  Kompak, Polda NTB dan Kejati Mulai Usut Dugaan Skandal pada BTT APBD NTB 2025 Senilai Rp484 Miliar

“Laskar Sasak telah memohon kepada para penglingsir warih dari beberapa eks kedatuan yang tergabung dalam Majelis Penglingsir Laskar Sasak untuk menganugerahkan gelar kehormatan kepada Kapolda dan Kejati NTB,” ungkap Ali Sadikin.

Selain kepada Kajati NTB, Laskar Sasak juga menganugerahkan gelar ‘Djero Pengkrakse Bhayangkara’ kepada Kapolda NTB sebagai bentuk legitimasi adat.

Penganugerahan tersebut diwakili oleh Laskar Sasak bersama keluarga besar Dalem Pati Biku. Melalui aksi solidaritas ini, Laskar Sasak berharap Kejati NTB terus menjaga independensi, integritas, serta tidak gentar menghadapi berbagai tekanan dalam penegakan hukum di NTB. Aksi berlangsung aman dan damai, sekaligus menjadi simbol kuat dukungan masyarakat adat terhadap Kejaksaan Tinggi NTB dalam mewujudkan penegakan hukum yang bersih, tegas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru