SUMBAWAPOST.com- Presiden Prabowo Subianto meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera menyiapkan dokumen perencanaan revitalisasi irigasi. Selain itu, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penyediaan alat pertanian dan pengembangan benih unggul di wilayah tersebut.
“Kita harus maksimalkan potensi lahan yang ada. Kalau benar hasil panen bisa meningkat dari 6–7 ton menjadi 10 ton per hektare, itu luar biasa,” ujar Presiden saat menghadiri panen raya. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ambil bagian dalam Panen Raya Padi Serentak yang digelar secara nasional di 14 provinsi pada Senin, 7 April 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi melaporkan bahwa NTB mencatatkan surplus beras sebesar 155.795 ton sepanjang tahun 2024. Bahkan, untuk periode Januari hingga April 2025, surplus diproyeksikan melonjak menjadi 290.692 ton.
Namun, Gubernur juga menyoroti rendahnya realisasi pupuk subsidi yang hingga Maret 2025 baru mencapai di bawah 10 persen. Ia pun berdialog langsung dengan para petani guna menyerap aspirasi dan mencari solusi konkret.
“Masalah air, harga jual, pergudangan, hingga penyerapan hasil panen akan kami petakan dan tindak lanjuti. Ini sejalan dengan arahan Presiden,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur NTB secara simbolis menyerahkan benih padi varietas Cakrabuana kepada lima perwakilan petani. Kegiatan ditutup dengan panen raya bersama, menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.









