Usai mengikuti Muswil DPW PKB NTB di Hotel Lombok Raya, Minggu (23/11/2025), Ketua DPW PKB NTB sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa persiapan PON NTB-NTT 2028 sudah berada pada tahap matang. Ia menyebut seluruh pihak mulai dari Pemprov NTB, Pemprov NTT hingga Pemerintah Pusat telah satu persepsi, dan kini fokus utama tinggal memastikan komposisi Anggaran serta pemenuhan komitmen pendanaan demi kelancaran hajatan Olahraga terbesar di Tanah Air tersebut.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Usai mengikuti Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB NTB di Hotel Lombok Raya, Minggu (23/11/2025), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, memastikan bahwa gelaran pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan diselenggarakan bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (PON NTB-NTT) 2028 sudah berada pada jalur aman. Persiapan inti dinilai matang, dan kini hanya menyelesaikan beberapa kebutuhan teknis yang masih kurang, terutama komposisi anggaran.
“PON NTB-NTT 2028 sudah matang. Sekarang kita mempersiapkan hal-hal yang kurang, terutama soal anggaran. Itu yang penting, apakah memenuhi komitmen dengan NTT dan Pemerintah Pusat,” tegas Lalu Hadrian Irfani Anggota DPR RI Dapil NTB II yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Riset, dan Teknologi.
Ia menjelaskan, masih ada pembahasan lanjutan terkait pemenuhan komitmen kedua provinsi, termasuk penentuan NTB sebagai tuan rumah pembukaan atau penutupan. Namun satu hal yang ia tegaskan:
“PON 2028 insya Allah dipastikan berlangsung di NTB. Itu sudah kita pastikan,” ujarnya.
Hadrian mengungkapkan bahwa hingga kini Pemprov NTB belum mengajukan usulan komposisi anggaran, meski KONI telah mengajukan rancangan awal. Namun, koordinasi resmi antara Pemerintah Provinsi, KONI, dan kementerian belum dimulai.
“Saya belum tahu skema komposisi anggarannya karena Pemprov belum mengajukan. KONI sudah mengajukan, tapi kita belum rapat bareng dengan kementerian,” tuturnya.
Sementara itu, di tingkat pusat sejumlah kebutuhan strategis sudah dalam tahap persiapan. Beberapa program yang masuk daftar prioritas antara lain yakni Revitalisasi Stadion, Revitalisasi GOR-GOR untuk Venue Utama
“Dari pusat sudah disiapkan. Revitalisasi stadion dan GOR sudah masuk dalam perencanaan,” jelasnya.
Terkait situasi efisiensi anggaran di NTB, Hadrian mengingatkan bahwa PON bukan event rutin yang bisa ditunda seenaknya.
“PON ini tidak setiap tahun. Kalau kesempatan ini dilepas, NTB belum tentu akan ditunjuk lagi. Maka mari kita manfaatkan peluang ini,” tegasnya.
Ia meminta Pemprov, kabupaten/kota, hingga legislatif agar kompak membuka ruang diskusi untuk memastikan keberpihakan anggaran menuju event olahraga terbesar di Indonesia ini.
“Kami di pusat terbuka. Komposisi penganggaran juga sangat terbuka. Mari kita diskusikan bersama,” pungkas Hadrian.









