Komisi X DPR RI Soroti Pendidikan NTB: Maksimalkan 20% Anggaran untuk SDM Unggul, Jangan Setengah-setengah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dapil NTB II, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya alokasi APBD 20 persen untuk pendidikan di NTB agar menciptakan SDM unggul dan tangguh.

Anggota DPR RI Dapil NTB II, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya alokasi APBD 20 persen untuk pendidikan di NTB agar menciptakan SDM unggul dan tangguh.

Mataram | SUMBAWAPOST.com-Anggota DPR RI Dapil NTB II, Lalu Hadrian Irfani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB NTB periode 2026-2031, Rabu (4/3/2026), menekankan agar pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak mengelola pendidikan secara setengah-setengah.

Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Olahraga, Sains, dan Teknologi, Lalu Hadrian menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya. “Untuk memiliki SDM yang tangguh dan unggul, perhatian serius pada pendidikan mutlak diperlukan. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan melalui revitalisasi sekolah dan beasiswa. Sekarang, etika pemerintah daerah diperlukan untuk menindaklanjuti bantuan tersebut serta mengalokasikan APBD sesuai mandatori 20 persen untuk pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Remaja Yang Hilang Terseret Banjir di Lombok Tengah Ditemukan Meninggal Dunia

Saat ditanya apakah APBD NTB sudah memenuhi alokasi 20 persen, Lalu Hadrian menyebut bahwa sejak dirinya menjadi anggota DPRD Provinsi NTB, alokasi tersebut sudah terpenuhi. Namun, fokus penggunaan anggaran menjadi perhatian utama.

“APBD NTB misalnya sebesar Rp6,3 triliun, seharusnya 20 persen dialokasikan untuk pendidikan. Tapi penting diperhatikan fokus penggunaannya. Apakah untuk peningkatan mutu, revitalisasi, atau hal lain. Contohnya, di Kalimantan Timur, APBD digunakan untuk beasiswa tambahan di luar PIP. Di Sulawesi Tengah, sekolah dan kuliah gratis. Itu contoh daerah yang benar-benar konsen pada pendidikan,” jelasnya.

Terkait program beasiswa luar Negeri yang pernah digulirkan pemerintah sebelumnya, Lalu Hadrian menilai program yang baik tetap perlu dilanjutkan, asalkan realistis, memperhatikan kondisi keuangan daerah, dan sejalan dengan upaya meningkatkan mutu SDM.

Baca Juga :  Panwaslu Asakota Sosialisasi dan Bentuk Kampung Pengawasan Partisipatif

“Banyak kampus luar negeri yang menawarkan beasiswa, sehingga program ini bisa menjadi tambahan, tetapi harus efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Terpisah, saat dihubungi media ini, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, ditanya mengenai alokasi mandatori 20 persen APBD NTB 2026 untuk pendidikan. Pertanyaan menyasar apakah anggaran sudah direalisasikan secara optimal, serta program atau bidang apa yang menjadi prioritas di sektor pendidikan. Hingga berita ini ditulis, tanggapan dari Gubernur NTB belum diperoleh.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru