SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar kegiatan Bakti Sosial Polri Presisi bersama mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP).
Kegiatan yang berlangsung di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB pada Kamis (27/02) ini dipimpin langsung oleh Kapolda NTB, Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K. Sebagai bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat sinergitas antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat.
Sebanyak 1.920 paket sembako telah disiapkan oleh Polda NTB untuk didistribusikan kepada mahasiswa dari aliansi BEM, OKP, serta masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannya, Kapolda NTB menekankan pentingnya kebersamaan antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang Ramadhan.
“Paket sembako ini akan kami bagikan kepada mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang bulan suci Ramadhan,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Hadi Gunawan menegaskan bahwa program bantuan sosial ini tidak hanya berlangsung hari ini, “tetapi akan terus berlanjut sepanjang bulan Ramadhan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya,”ungkapnya.
Kegiatan ini, Sambung Kapolda NTB, sejalan dengan arahan Kapolri yang menekankan pentingnya peran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial. Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh provokasi atau ujaran kebencian yang dapat memicu instabilitas Kamtibmas. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” pungkasnya.









