NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan komitmennya memperkuat perlindungan perempuan dan anak dalam Rapat Dengar Pendapat bersama berbagai pemangku kepentingan di DPRD NTB.

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan komitmennya memperkuat perlindungan perempuan dan anak dalam Rapat Dengar Pendapat bersama berbagai pemangku kepentingan di DPRD NTB.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menyatakan daerah ini sudah berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual. Karena itu, ia mendorong Lombok tidak hanya dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid, tetapi juga menjadi Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Isvie saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, tokoh agama, hingga lembaga pemerhati perempuan dan anak di Kantor DPRD NTB, Kamis (4/6).

Menurut Isvie, identitas religius yang selama ini melekat pada NTB harus diwujudkan dalam perlindungan nyata terhadap perempuan dan anak. Ia menilai tingginya angka kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya bangga dengan sebutan Pulau Seribu Masjid, tetapi masih banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Sudah saatnya NTB menjadi Pulau Seribu Perlindungan Perempuan,” tegasnya.

Baca Juga :  NTB Siapkan Pengiriman 20 Ribu Sapi Qurban 2026, Harga dan Transportasi Jadi Sorotan

Politisi Golkar tersebut mengaku prihatin melihat rentetan kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari dugaan pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren, kasus yang menyeret oknum aparat, hingga dugaan kekerasan seksual terhadap pelajar yang mencuat di sejumlah daerah di NTB.

Menurutnya, kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani secara serius dan menyeluruh.

Karena itu, Isvie mengajak seluruh pihak untuk membangun sistem perlindungan yang lebih kuat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, pondok pesantren, hingga pemerintah daerah.

“Perempuan tidak boleh lagi menjadi objek seksual dengan alasan apa pun. Kita harus menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi generasi muda NTB,” ujarnya.

Baca Juga :  Sindikat Tramadol di Bima Dibongkar Polisi, 4 Orang Diciduk, 2 Cewek Ikut Terjerat

Selain memperkuat pengawasan di lingkungan pendidikan, Isvie juga menekankan pentingnya penguatan regulasi, pendidikan karakter, peningkatan layanan pengaduan, serta keberanian korban untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya.

Ia memastikan DPRD NTB akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak pada perlindungan perempuan dan anak agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tugas kita bersama sebagai masyarakat NTB,” katanya.

Isvie berharap semangat membangun NTB yang religius harus sejalan dengan komitmen melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Baginya, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya rumah ibadah, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menjamin rasa aman bagi kelompok yang paling rentan.

“Pulau Seribu Masjid harus juga menjadi Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru